Spatial Indonesia Resmi Dibentuk, Bangun Ekosistem Teknologi Spatial Nasional
- 31 Agt 2026 08:03 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Spatial Indonesia resmi dideklarasikan sebagai organisasi dan komunitas nirlaba yang berfokus membangun ekosistem teknologi spatial di Indonesia. Organisasi ini menaungi pengembangan Spatial Computing, Artificial Intelligence (AI), Extended Reality (XR), Digital Twin, Robotics hingga teknologi yang berkaitan dengan Industry 5.0.
Kehadiran Spatial Indonesia diarahkan untuk menjadi ruang kolaborasi antara talenta, akademisi, peneliti, perusahaan teknologi, industri, startup, pemerintah hingga investor. Kolaborasi tersebut mencakup penelitian dan pengembangan teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia serta penciptaan peluang ekonomi baru berbasis teknologi spatial.
Pendiri sekaligus Ketua Umum Spatial Indonesia, Ari Nugrahanto, mengatakan perkembangan teknologi spatial membuka peluang bagi Indonesia untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga ikut menciptakan dan mengembangkan teknologi tersebut, Sabtu, 29 Agustus 2026.
“Spatial Indonesia didirikan dengan satu tujuan, yaitu mengambil momentum berkembangnya teknologi spatial di dunia sekaligus menjadi wadah berkumpulnya seluruh talenta Indonesia untuk melakukan penelitian dan pengembangan, pelatihan, pendampingan usaha sampai dengan penyaluran tenaga kerja,” ujar Ari.
Menurut Ari, Spatial Computing berkembang melalui pertemuan berbagai disiplin teknologi, mulai dari AI, XR, computer vision, robotics, digital twin, teknologi 3D, IoT, cloud computing hingga advanced manufacturing. Karena itu, Spatial Indonesia dirancang sebagai ekosistem terbuka yang mempertemukan berbagai keahlian dan kepentingan.
Untuk menjalankan visi tersebut, Spatial Indonesia membawa lima misi utama, yakni penelitian dan inovasi, pengembangan talenta, penguatan industri dan bisnis, koneksi talenta dengan industri, serta kolaborasi global dan investasi. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan talenta sekaligus memperluas penerapan teknologi spatial di dunia industri.
| Baca juga: Sejarah Kementerian Luar Negeri |
Ketua Harian Spatial Indonesia, Muhammad Tafani Rabbani, mengatakan organisasi tersebut telah menyiapkan sejumlah program yang tidak hanya berhenti pada deklarasi. Tiga program awal yang disiapkan yakni SpaRing atau Spatial Sharing, Stup atau Spatial Meetup, dan SpaceThon atau Spatial Hackathon.
SpaRing akan menjadi forum berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan menghadirkan praktisi, akademisi, peneliti dan pakar industri. Sementara Stup diarahkan sebagai ruang networking dan kolaborasi yang mempertemukan komunitas, talenta, startup, industri serta perusahaan teknologi dalam suasana yang lebih terbuka.
Adapun SpaceThon akan berfokus pada pengembangan solusi berbasis teknologi spatial melalui kompetisi dan kolaborasi lintas disiplin. Program ini diarahkan pada penyelesaian persoalan nyata, pengembangan prototipe serta penerapan solusi untuk kebutuhan industri.
Ari mengatakan pengembangan ekosistem tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk perusahaan teknologi global dan nasional. Spatial Indonesia membuka peluang kerja sama dalam penelitian, kegiatan komunitas maupun pengembangan teknologi sepanjang tahun.
Dukungan yang dibutuhkan juga tidak hanya dalam bentuk pendanaan. Spatial Indonesia membuka peluang dukungan berupa perangkat keras dan lunak, sumber daya cloud, fasilitas riset, pelatihan, mentorship, beasiswa, akses teknologi hingga pengembangan riset bersama dan pemanfaatan kasus industri.
Ke depan, Spatial Indonesia akan mengembangkan ekosistem yang mencakup Spatial Computing, AI dan Computer Vision, AR/VR/MR/XR, Digital Twin dan Simulation, teknologi 3D dan real-time, Robotics, IoT, Game Technology, Smart Factory hingga Spatial Learning dan immersive education.
Melalui pendekatan tersebut, Spatial Indonesia menempatkan diri sebagai platform yang netral, terbuka dan kolaboratif. Platform ini ditujukan untuk mempertemukan berbagai pihak dalam kegiatan belajar, riset, pengembangan solusi, bisnis dan pembentukan talenta teknologi masa depan.
Spatial Indonesia membawa semangat “Explore. Create. Transform”. Prinsip tersebut dimaknai sebagai upaya mengeksplorasi teknologi dan peluang baru, menciptakan pengetahuan serta inovasi, dan membawa teknologi tersebut untuk memberikan dampak nyata bagi industri, masyarakat dan talenta Indonesia.
Melalui pembentukan komunitas ini, Spatial Indonesia menargetkan terciptanya ekosistem nasional yang mempertemukan manusia, pengetahuan, teknologi, industri dan investasi. Organisasi tersebut juga mengajak talenta, komunitas, akademisi, startup, perusahaan teknologi, industri, pemerintah dan investor untuk terlibat dalam pengembangan ekosistem teknologi spatial Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....