Kolaborasi Ekosistem Digital Tak Cukup Sekadar Tukar Kontak

  • 29 Agt 2026 21:28 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Kolaborasi menjadi salah satu kunci dalam membangun ekosistem digital di daerah. Namun, kerja sama dinilai membutuhkan pertukaran manfaat yang jelas agar tidak berhenti setelah pertemuan selesai.

Head of Advisory of Programme Instellar, Rizky Anugrah, mengatakan setiap pihak yang ingin bekerja sama perlu memahami kebutuhan dan nilai yang dapat diberikan oleh masing-masing organisasi yang disampaikannya pada kegiatan peluncuran dan aktivasi Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) Batam berlangsung di Nongsa Digital Park, Rabu, 26 Agustus 2026.

Menurutnya, pertemuan antarpelaku ekosistem seharusnya tidak hanya menghasilkan pertukaran kontak, tetapi dilanjutkan dengan komunikasi untuk menemukan kepentingan yang sama.

“Strong ecosystem are built on value exchange. Nah ini sering, sering, sering banget bahkan dari momen-momen seperti ini, tadi partner juga menyebutkan kolaborasi gitu,” kata Rizky.

Ia mencontohkan pengalaman Instellar dalam mempertemukan berbagai pihak melalui kegiatan business matching. Dari banyak pihak yang dipertemukan, tidak semuanya kemudian berlanjut menjadi kerja sama.

“Di sini berarti untuk kita bisa kerjasama nggak semudah itu. Jadi harus ada, kita harus tahu value dari organisasinya,” ujarnya.

Rizky mengatakan proses membangun kolaborasi membutuhkan komunikasi lebih lanjut untuk mengetahui kebutuhan masing-masing pihak.

Menurutnya, keberadaan banyak aktor dalam satu ekosistem belum otomatis menciptakan kerja sama apabila tidak ada interaksi dan kepentingan yang dapat dipertemukan.

Karena itu, ia melihat forum yang mempertemukan pemerintah, industri, akademisi, komunitas, startup dan pelaku lainnya sebagai kesempatan untuk membuka komunikasi yang lebih konkret.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....