Ekosistem Digital Batam Perlu Dibangun dari Kebutuhan Nyata
- 29 Agt 2026 09:36 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Pengembangan ekosistem digital di Batam dinilai tidak cukup hanya dengan memperbanyak kegiatan atau mempertemukan para pelaku industri. Setiap kolaborasi perlu berangkat dari kebutuhan nyata agar menghasilkan solusi yang berkelanjutan.
Head of Advisory of Programme Instellar, Rizky Anugrah, mengatakan pembangunan ekosistem harus dimulai dengan melihat persoalan yang benar-benar dihadapi pelaku di daerah yang disampaikannya pada kegiatan peluncuran dan aktivasi Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) Batam berlangsung di Nongsa Digital Park, Rabu, 26 Agustus 2026.
Menurut Rizky, banyak komunitas atau ekosistem digital yang memulai kegiatannya dengan membuat acara tanpa terlebih dahulu memastikan kebutuhan yang ingin diselesaikan.
“Start with needs not activities. Nah, jadi beberapa banyak yang ketika aku keliling ke Malang, ada Medan gitu ya, banyak yang ngumpul, banyak kayak komunitas dengan satu ide yang sama,” kata Rizky.
Ia menilai kegiatan yang tidak memiliki tujuan jelas berisiko berhenti pada aktivitas pertemuan semata. Karena itu, pelaku ekosistem perlu menemukan persoalan bersama sebelum menentukan bentuk kolaborasi.
“Kalau tidak ada kebutuhan yang real dan tidak ngesolve suatu problem akhirnya jadi kayak kongkow-kongkow aja,” ujarnya.
Rizky menyebut pengalaman Instellar di sejumlah daerah menunjukkan masih terdapat tantangan dalam menjaga keberlanjutan startup dan pelaku usaha digital.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kemampuan startup, tetapi juga kondisi ekosistem yang menjadi tempat mereka berkembang.
Ia berharap pertemuan berbagai unsur di Batam dapat dimanfaatkan untuk menemukan kebutuhan bersama dan membangun kerja sama yang lebih konkret.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....