Kodaeral IV Hadiri Workshop Literasi Keuangan Syariah lewat Workshop Pasar Modal
- 14 Agt 2026 06:26 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di Kota Batam terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Workshop Pasar Modal Syariah dan Pelantikan Pengurus Daerah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Batam Masa Bakti 2026–2031 yang digelar di Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau, Batam Center, Kamis 13 Agustus 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kuwil Kodaeral IV Kolonel Laut (S) Syarif Hidayat, A.Md., hadir mewakili Kodaeral IV sekaligus mengikuti rangkaian workshop dan pelantikan pengurus MES Kota Batam. Kehadiran unsur Kodaeral IV menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan sinergi dengan berbagai elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
Workshop Pasar Modal Syariah menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai berbagai instrumen investasi yang sesuai dengan prinsip syariah. Edukasi tersebut penting agar masyarakat tidak hanya mengenal pilihan investasi, tetapi juga memahami karakteristik, manfaat, risiko, serta prinsip yang mendasari produk keuangan syariah.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2024, indeks literasi keuangan syariah nasional tercatat sebesar 39,11 persen, sedangkan indeks inklusinya berada di angka 12,88 persen. Data tersebut menunjukkan masih terdapat ruang yang cukup besar untuk memperluas pemahaman sekaligus akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah.
Selain workshop, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Daerah MES Kota Batam masa bakti 2026–2031. Kepengurusan baru diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan produktif, termasuk melalui penguatan edukasi, pemberdayaan pelaku usaha, serta perluasan akses terhadap layanan keuangan syariah.
Penguatan ekonomi syariah dinilai memiliki peluang besar untuk memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2026 juga menempatkan penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah sebagai salah satu agenda penting, dengan strategi yang diarahkan berbasis data, digitalisasi, dan kebutuhan masyarakat. Sementara itu, perekonomian Kepulauan Riau pada triwulan I 2026 tumbuh 7,04 persen secara tahunan, didukung antara lain oleh industri pengolahan dan perdagangan.
Melalui sinergi pemerintah, lembaga keuangan, dunia usaha, akademisi, organisasi ekonomi syariah, serta masyarakat, pengembangan ekonomi syariah di Batam diharapkan semakin kuat dan memberikan manfaat luas. Kehadiran Kodaeral IV dalam kegiatan tersebut turut mencerminkan komitmen untuk membangun sinergi lintas sektor, sehingga peningkatan literasi keuangan syariah dapat berjalan seiring dengan penguatan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....