Mesin Pertumbuhan Batam Dipacu dari Investasi, Industri hingga Pariwisata
- 07 Agt 2026 09:22 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Proyeksi pertumbuhan ekonomi Kota Batam yang berada pada kisaran 6,4 hingga 7,4 persen menjadi salah satu dasar Pemerintah Kota Batam mengajukan perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2026. Optimisme tersebut disampaikan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dalam rapat paripurna DPRD Kota Batam, Senin, 3 Agustus 2026, sebagai bagian dari penyesuaian kebijakan fiskal terhadap perkembangan ekonomi daerah.
Menurut Amsakar, perubahan dokumen anggaran diperlukan karena adanya perkembangan asumsi ekonomi makro, perubahan proyeksi pendapatan daerah, penyesuaian kebutuhan belanja, hingga perubahan sumber pembiayaan daerah. Seluruh perubahan tersebut disusun dengan mengacu pada perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 sehingga arah pembangunan tetap berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
Dalam pemaparannya, Amsakar menilai kinerja ekonomi Batam masih memiliki ruang untuk tumbuh lebih tinggi dibandingkan target pertumbuhan nasional. Hal tersebut ditopang oleh berbagai sektor yang selama ini menjadi penggerak utama ekonomi daerah, mulai dari industri manufaktur, perdagangan, hingga investasi yang terus berkembang.
"Pertumbuhan ekonomi Kota Batam pada perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 diasumsikan berada pada kisaran 6,4 sampai dengan 7,4 persen, sedangkan pertumbuhan ekonomi nasional diproyeksikan sebesar 5,4 persen."
Ia menjelaskan, optimisme tersebut bukan tanpa dasar. Peningkatan investasi yang terus berlangsung di Batam dipandang mampu menciptakan efek berganda terhadap berbagai sektor ekonomi. Selain industri pengolahan dan konstruksi, aktivitas perdagangan serta meningkatnya kunjungan wisatawan juga dinilai memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan sektor jasa, termasuk perhotelan, restoran, dan transportasi.
"Pertumbuhan ekonomi ini didorong oleh peningkatan investasi, pembangunan infrastruktur, sektor industri pengolahan, sektor konstruksi dan sektor perdagangan yang masih menunjukkan tren positif serta kunjungan wisatawan yang berpengaruh pada aktivitas ekonomi di sektor perhotelan, restoran, dan transportasi."
Amsakar juga menyoroti posisi strategis Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas yang terus menjadi daya tarik bagi investor. Kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus Nongsa Digital Park serta Batam Aero Technic dinilai semakin memperkuat struktur ekonomi daerah sekaligus membuka peluang tumbuhnya investasi baru di berbagai sektor.
Selain mengejar pertumbuhan ekonomi, Pemerintah Kota Batam juga memperkirakan laju inflasi tetap berada pada kisaran 1,5 hingga 3,5 persen. Target tersebut akan ditempuh melalui berbagai langkah pengendalian, mulai dari menjaga kelancaran pasokan dan distribusi barang, operasi pasar, kerja sama antar daerah dalam penyediaan pangan, hingga penguatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Melalui perubahan KUA dan PPAS APBD 2026, pemerintah berharap kebijakan fiskal yang disusun mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat fondasi pembangunan daerah. Selanjutnya, rancangan tersebut akan dibahas bersama Badan Anggaran DPRD Kota Batam dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah sebelum ditetapkan menjadi dasar penyusunan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....