Badan Bahasa Dorong Literasi Hadapi Era AI

  • 31 Jul 2026 18:44 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI) mendorong perubahan cara belajar bahasa dan sastra. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Komisi X DPR RI menilai penguatan literasi menjadi kunci agar generasi muda mampu memanfaatkan teknologi tanpa kehilangan kemampuan berpikir kritis dan karakter kebangsaan.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan diseminasi program penerjemahan dan diskusi bertajuk Transformasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra di Era Digital yang mempertemukan pendidik, pegiat literasi, serta pemangku kepentingan di Jakarta.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafidz Muksin mengatakan literasi dasar membaca dan menulis menjadi fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

"Tanpa kecakapan literasi, khususnya literasi dasar membaca dan menulis, upaya untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, teknologi, wawasan, dan ilmu lainnya sulit untuk kita peroleh," ujar Hafidz.

Ia menjelaskan, penguatan literasi menjadi salah satu dari empat program prioritas Badan Bahasa, bersama pemartabatan bahasa dan sastra Indonesia, pelestarian bahasa dan sastra daerah, serta penginternasionalan bahasa Indonesia.

Menurut Hafidz, posisi bahasa Indonesia terus berkembang di tingkat global. Saat ini bahasa Indonesia telah ditetapkan sebagai salah satu bahasa resmi dalam Sidang Umum UNESCO dan telah diajarkan di 62 negara melalui program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

Sementara itu, Kepala Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra Badan Bahasa Iwa Lukmana mengatakan program penerjemahan terus dikembangkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap berbagai karya ilmu pengetahuan dan sastra.

Program tersebut telah menghasilkan ribuan buku terjemahan, baik dari bahasa asing ke bahasa Indonesia maupun dari bahasa daerah ke bahasa Indonesia. Selain itu, Badan Bahasa juga mendorong lahirnya penulis dan penerjemah baru melalui 30 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di berbagai daerah.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati menilai penguatan literasi tetap harus menjadi perhatian meski dunia pendidikan menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan keterbatasan anggaran.

"Saya menitipkan pesan kepada Bapak dan Ibu guru bagaimana menanamkan kebanggaan kepada peserta didik kita terhadap bahasa Indonesia, sastra Indonesia, juga bahasa daerah," kata Kurniasih.

Dalam diskusi tersebut, peserta juga membahas pemanfaatan AI dalam pembelajaran bahasa dan sastra. Teknologi dinilai dapat menjadi alat pendukung kreativitas dan inovasi, namun tetap membutuhkan etika serta integritas akademik.

Kurniasih menegaskan, teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter melalui literasi.

"Teknologi memang dapat mempercepat akses terhadap pengetahuan, tetapi literasilah yang akan memberi arah membangun karakter yang membuat semuanya menjadi lebih bermakna sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa," pungkasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....