Pelaku Industri Dorong Batam Hidupkan Kembali Badan Promosi Pariwisata

  • 31 Jul 2026 18:23 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Pelaku industri pariwisata di Batam mendorong pembentukan kembali lembaga promosi pariwisata yang dinilai penting untuk memperkuat daya saing kota itu di tengah persaingan destinasi dengan Singapura dan Johor, Malaysia.

Dorongan tersebut mengemuka dalam diskusi yang digelar Forum Jurnalis Pariwisata (FJP) Kepulauan Riau dan dihadiri sejumlah asosiasi pariwisata, akademisi, pengelola destinasi, serta pelaku industri.

Pendiri Asosiasi Pariwisata Bahari Indonesia (ASPABRI), Surya Wijaya, mengatakan Batam membutuhkan wadah yang mampu menyatukan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas dalam menyusun strategi promosi destinasi secara terpadu.

"Walaupun regulasinya berubah, Batam tetap membutuhkan wadah yang mampu menyatukan seluruh pemangku kepentingan pariwisata. Posisi Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia membutuhkan strategi promosi yang kuat, terarah, dan berkelanjutan," kata Surya, Jumat, 31 Juli 2026.

Menurutnya, lembaga tersebut dapat diwujudkan melalui pembentukan Batam Tourism Promotion Board (BTPB) dengan konsep baru yang lebih profesional, adaptif, dan berorientasi pada hasil.

Surya menjelaskan, lembaga promosi pariwisata sebelumnya dibentuk negara melalui Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD). Namun, setelah terbitnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2025 tentang Kepariwisataan, pengaturan mengenai BPPD tidak lagi tercantum sehingga diperlukan penyesuaian kelembagaan.

Ia menilai Batam memiliki karakter berbeda dibanding daerah lain karena berada di kawasan ekonomi dan pariwisata yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Karena itu, promosi destinasi tidak cukup dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan koordinasi lintas asosiasi dan pemangku kepentingan.

Menurut Surya, pembentukan BTPB versi baru juga harus membuka ruang bagi regenerasi pelaku industri agar melahirkan gagasan dan strategi promosi yang lebih relevan dengan perkembangan pasar wisata.

"Kami ingin memberikan kesempatan kepada orang-orang yang benar-benar mau bekerja dan memiliki komitmen membangun pariwisata Batam," ujarnya.

Diskusi tersebut dihadiri perwakilan DPD ASITA Kepulauan Riau, Insan Pariwisata Indonesia (IPI), ASPPI, PHRI, IHGMA, IHKA, Asosiasi Pramuwisata Madani (APM), Perkumpulan Homestay Batam, Batam Tourism Polytechnic, pengelola Pelabuhan Gold Coast, serta insan media.

Para peserta menilai kolaborasi antara organisasi pariwisata dan Pemerintah Kota Batam menjadi faktor penting agar lembaga promosi yang dibentuk nantinya mampu menjalankan strategi pemasaran destinasi secara berkelanjutan dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Batam.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....