Waspada, Hampir 15 Persen Anak yang Diteliti Memiliki Kadar Timbal
- 31 Jul 2026 18:10 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan sebanyak 14,6 persen anak yang menjadi responden penelitian pada 2025 memiliki kadar timbal dalam darah yang memerlukan perhatian. Temuan tersebut menambah kekhawatiran terhadap paparan logam berat yang masih mengancam tumbuh kembang anak di Indonesia.
Peneliti Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi BRIN, Tities Puspita, mengatakan penelitian dilakukan untuk mengukur kadar timbal dalam darah anak sekaligus mengidentifikasi sumber paparan di lingkungan tempat tinggal mereka.
"BRIN bersama Fitra dan Vital Strategies melakukan penelitian kolaboratif untuk mengukur kadar timbal dalam darah anak-anak Indonesia sekaligus menelusuri sumber paparan di lingkungan tempat tinggal mereka," kata Tities saat memaparkan hasil riset BRIN dalam Leimena Conference 2026 di Kawasan Sains dan Teknologi Sarwono Prawiroharjo BRIN, Jakarta.
| Baca juga: Info Cuaca Batam - Selasa, 19 Mei 2026 |
Dalam penelitian tersebut, tim mengambil sampel darah anak serta berbagai komponen lingkungan rumah, seperti debu, tanah, hingga partikel yang menempel pada pakaian. Pendekatan itu dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kondisi lingkungan dengan tingginya kadar timbal dalam darah.
Hasil penelitian juga menemukan sejumlah produk rumah tangga yang berpotensi menjadi sumber paparan timbal, antara lain mainan anak, alat makan plastik, alat masak berbahan logam, serta alat makan berbahan keramik.
"Hasil penelitian menunjukkan pentingnya memahami sumber paparan timbal di lingkungan rumah agar upaya pencegahan dapat dilakukan secara lebih efektif," ujar Tities.
Menurutnya, paparan timbal dapat mengganggu tumbuh kembang anak, termasuk perkembangan fungsi kognitif dan tingkat kecerdasan. Karena itu, deteksi dini dan pencegahan menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak jangka panjang terhadap kesehatan anak.
Tities menegaskan hasil penelitian tidak seharusnya berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi menjadi dasar penyusunan kebijakan kesehatan berbasis bukti, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Sebagai tindak lanjut, BRIN melibatkan tenaga puskesmas untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya paparan timbal. Orang tua yang anaknya mengikuti penelitian juga diberikan konseling setelah hasil pemeriksaan laboratorium diperoleh, disertai penyuluhan mengenai langkah-langkah sederhana untuk mengurangi risiko paparan di lingkungan rumah.
Menurut Tities, data yang diperoleh melalui penelitian dengan metodologi yang baik memiliki peran penting dalam membantu pemerintah merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi program kesehatan secara lebih tepat sasaran.
Ia berharap hasil riset BRIN dapat terus dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan kebijakan kesehatan yang berbasis bukti dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....