Perlindungan Data Anak Prioritas Pengembangan AI untuk Pendidikan Inklusif
- 31 Jul 2026 00:12 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Pengembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung layanan pendidikan anak berkebutuhan khusus (ABK) harus dibarengi dengan perlindungan data pribadi yang ketat. Aspek keamanan informasi dinilai menjadi bagian penting agar pemanfaatan teknologi tetap memberikan manfaat tanpa mengorbankan hak-hak anak.
Dosen dan Mahasiswi Doktoral Universitas Ahmad Dahlan, Erlin Elisa, mengatakan penelitian yang melibatkan data anak maupun kesehatan mental memiliki tingkat sensitivitas tinggi. Karena itu, setiap proses pengumpulan dan pengolahan data harus mengikuti kaidah etika penelitian.
"Kalau masalah data ini sangat penting. Privasi merupakan aspek yang sangat penting harus kita perhatikan, apalagi kalau kita meneliti tentang kasus anak atau kasus psikolog seseorang," ujarnya.
Menurut Erlin, para peneliti menerapkan mekanisme ethical clearance sebelum melakukan penelitian. Proses tersebut bertujuan memastikan seluruh data yang diperoleh digunakan secara bertanggung jawab serta tidak membuka identitas subjek penelitian kepada publik.
Ia menegaskan, teknologi AI tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan perlindungan hak anak. Sebaliknya, sistem yang dikembangkan justru harus mampu menjaga kerahasiaan data sekaligus menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi proses pembelajaran maupun pendampingan psikologis.
"Teknologi ini harus melindungi hak anak. Walaupun kita meneliti hal yang sensitif, kita tetap menjaga privasi atau keamanan data dari orang atau objek yang kita teliti tersebut," kata Erlin.
Erlin menjelaskan, dalam penelitian yang memanfaatkan jejak digital, identitas individu tidak menjadi fokus utama. Peneliti hanya menganalisis pola informasi atau teks yang dibutuhkan untuk kepentingan pengembangan model AI tanpa harus menampilkan identitas pemilik data.
Ia juga menyebut pendekatan serupa dapat diterapkan pada penelitian mengenai anak berkebutuhan khusus. Data yang diproses lebih menitikberatkan pada karakteristik pembelajaran maupun hasil observasi dibandingkan identitas pribadi, sehingga keamanan informasi tetap terjaga.
Menurut Erlin, kepercayaan masyarakat menjadi faktor penting dalam pengembangan AI di bidang pendidikan dan kesehatan. Oleh sebab itu, penerapan standar etika penelitian serta perlindungan data harus terus diperkuat agar masyarakat tidak ragu mendukung inovasi teknologi yang bertujuan meningkatkan layanan bagi anak berkebutuhan khusus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....