AI Dorong Pembelajaran Lebih Personal bagi Anak Berkebutuhan Khusus

  • 30 Jul 2026 09:46 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Perkembangan Artificial Intelligence (AI) membuka peluang baru dalam mendukung proses pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Teknologi ini dinilai mampu menghadirkan metode belajar yang lebih personal dengan menyesuaikan materi, kecepatan, hingga cara penyampaian sesuai karakteristik masing-masing anak.

Dosen dan Mahasiswi Doktoral Universitas Ahmad Dahlan, Erlin Elisa, mengatakan AI merupakan teknologi yang memungkinkan komputer meniru kemampuan berpikir manusia melalui proses belajar dari data, mengenali pola, memahami bahasa, hingga membantu dalam pengambilan keputusan. Menurutnya, teknologi tersebut sebenarnya sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat.

"AI ini sudah lama hadir di kehidupan kita sehari-hari. Contohnya saat kita menggunakan Google Maps untuk mencari rute tercepat, rekomendasi film di platform streaming, fitur pengenal wajah pada kamera ponsel, hingga chatbot seperti ChatGPT," ujarnya.

Erlin menjelaskan, penerapan AI dalam pendidikan menjadi sangat relevan bagi anak berkebutuhan khusus karena setiap anak memiliki karakteristik belajar yang berbeda. Pendekatan pembelajaran yang bersifat personal menjadi salah satu kebutuhan utama agar materi dapat diterima secara optimal.

Menurutnya, AI mampu mempelajari kebiasaan belajar setiap anak melalui data dan aktivitas yang diberikan. Dari proses tersebut, sistem dapat menyesuaikan bentuk materi sehingga lebih mudah dipahami oleh masing-masing individu.

"AI mampu menyesuaikan materi, kecepatan belajar maupun bentuk penyampaian sesuai kebutuhan masing-masing anak. Dengan demikian proses belajar menjadi lebih efektif, menyenangkan, dan lebih inklusif," kata Erlin.

Ia menambahkan, apabila seorang anak lebih mudah memahami materi melalui gambar atau video, AI akan lebih banyak menyajikan konten dengan format tersebut. Sebaliknya, apabila anak mengalami kesulitan pada materi tertentu, sistem dapat merekomendasikan pembelajaran yang lebih sesuai berdasarkan pola belajar yang telah dipelajari sebelumnya.

Selain meningkatkan efektivitas pembelajaran, Erlin menilai AI juga membantu guru dalam memahami kebutuhan setiap peserta didik secara lebih terukur. Meski demikian, ia menegaskan teknologi tidak dapat menggantikan peran pendidik maupun orang tua. AI hanya berfungsi sebagai alat bantu untuk memberikan rekomendasi, sementara proses pendampingan dan pengambilan keputusan tetap berada di tangan manusia.

Erlin berharap pemanfaatan AI di bidang pendidikan terus dikembangkan secara bertanggung jawab agar semakin banyak anak berkebutuhan khusus memperoleh kesempatan belajar yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya. Menurutnya, kolaborasi antara teknologi, guru, dan keluarga menjadi kunci dalam menciptakan pendidikan yang lebih inklusif bagi seluruh anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....