KSOP Batam Dorong Penguatan Perlindungan Pelaut Melalui Sinergi Lintas Instansi

  • 29 Jul 2026 05:02 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Perlindungan terhadap pelaut Indonesia yang bekerja di luar negeri membutuhkan kerja sama yang lebih erat antarinstansi, baik di dalam maupun luar negeri. Hal itu menjadi perhatian Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam M. Takwim Masuku dalam Workshop Pelindungan Pelaut dan Pencegahan Permasalahan Kapal Indonesia di Malaysia yang berlangsung di Batam.

Menurut Takwim, meningkatnya aktivitas pelayaran internasional di kawasan Batam menjadikan wilayah tersebut memiliki peran penting dalam mendukung perlindungan pelaut Indonesia sekaligus memastikan kapal berbendera Indonesia memenuhi ketentuan yang berlaku saat beroperasi di perairan Malaysia.

Ia menilai berbagai persoalan yang dialami pelaut maupun kapal tidak dapat diselesaikan secara parsial. Dibutuhkan komunikasi yang baik, pertukaran pengalaman, serta koordinasi yang berkesinambungan antara pemerintah, otoritas maritim, perusahaan pelayaran, dan pemangku kepentingan lainnya.

"Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Atase Perhubungan Republik Indonesia di Kuala Lumpur beserta seluruh pihak yang telah menginisiasi dan mempersiapkan kegiatan ini. Semoga workshop ini menjadi wadah yang efektif untuk memperkuat komunikasi, berbagi pengalaman serta membangun sinergi antara pemangku kepentingan dalam mendukung perlindungan pelaut Indonesia dan peningkatan pelayanan di bidang perkapalan."

Takwim mengatakan Batam memiliki posisi strategis sebagai kawasan yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura. Kondisi tersebut membuat penguatan koordinasi antarlembaga menjadi semakin penting untuk menjaga kelancaran transportasi laut sekaligus meningkatkan perlindungan bagi awak kapal Indonesia.

Selain itu, KSOP Khusus Batam terus berkomitmen mendukung berbagai upaya peningkatan keselamatan pelayaran, perlindungan lingkungan maritim, serta kepatuhan terhadap ketentuan nasional maupun internasional. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan dunia pelayaran yang semakin dinamis.

"Kami berharap melalui kegiatan ini akan lahir berbagai masukan, pemahaman dan rekomendasi yang konstruktif sehingga dapat menjadi dasar penguatan koordinasi, penyempurnaan pelayanan serta peningkatan perlindungan bagi pelaut Indonesia yang bekerja di luar negeri khususnya di Malaysia."

Ia berharap rekomendasi yang dihasilkan dari workshop tidak hanya menjadi bahan diskusi, tetapi dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan maupun langkah konkret yang memberikan dampak langsung bagi pelaut Indonesia dan sektor pelayaran nasional.

Melalui sinergi yang semakin kuat antara pemerintah Indonesia, pemerintah Malaysia, pelaku industri, dan otoritas maritim, perlindungan terhadap pelaut Indonesia diharapkan semakin optimal, sekaligus mampu mencegah berbagai permasalahan kapal Indonesia saat beroperasi di perairan Malaysia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....