Polibatam Perkuat Ekosistem Riset Nasional lewat Kolaborasi Inovasi

  • 21 Jul 2026 09:04 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Politeknik Negeri Batam (Polibatam) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan riset nasional dengan menjadi tuan rumah Diskusi Ekosistem Riset dan Pengembangan yang menghadirkan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Fauzan Adziman. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Technopreneur Polibatam, Jumat 17 Juli 2026, diikuti oleh perguruan tinggi negeri maupun swasta di Kota Batam.

Forum tersebut menjadi ruang dialog strategis untuk memperkuat ekosistem riset nasional sekaligus membangun sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia industri, dan berbagai pemangku kepentingan. Melalui kolaborasi yang erat, hasil-hasil penelitian diharapkan tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi mampu dihilirisasikan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan pembangunan daerah.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII, Nopriadi, yang menegaskan pentingnya kolaborasi sejak tahap awal penyusunan proposal penelitian hingga proses hilirisasi hasil riset. Menurutnya, kerja sama yang kuat akan menghasilkan inovasi yang lebih berkualitas dan memiliki peluang lebih besar untuk diterapkan dalam berbagai sektor pembangunan.

Dalam paparannya, Dirjen Risbang Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, menjelaskan bahwa pemerintah terus memperkuat ekosistem riset nasional melalui dua strategi utama. Pertama, memperluas pemerataan kapasitas riset bagi perguruan tinggi yang sedang berkembang. Kedua, memperkuat riset strategis yang berorientasi pada penyelesaian berbagai tantangan nasional, mulai dari ketahanan pangan, kesehatan, teknologi digital, energi, hingga industri berbasis inovasi.

Fauzan menegaskan bahwa peningkatan kapasitas riset harus menjangkau seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Kesempatan memperoleh pendanaan dan pembinaan tidak hanya diberikan kepada kampus yang telah mapan, tetapi juga kepada perguruan tinggi dan dosen yang sedang membangun budaya riset. Dengan pendekatan tersebut, kualitas penelitian di berbagai daerah diharapkan semakin merata sehingga mampu melahirkan lebih banyak inovasi yang kompetitif.

Dalam kesempatan itu, Fauzan juga memperkenalkan sejumlah program pendanaan riset yang dapat dimanfaatkan oleh perguruan tinggi, seperti Program Kosabangsa, Program Hilirisasi Riset Sinergi Batch II dan Dorongan Teknologi, Hackathon Deeptech, serta Program Riset Kemitraan Internasional. Program-program tersebut didukung melalui pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun sinergi bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), sehingga membuka peluang lebih luas bagi peneliti untuk menghasilkan karya inovatif yang siap diterapkan di masyarakat dan industri.

Sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi unggulan di Indonesia, Polibatam selama ini aktif mengembangkan riset terapan yang berorientasi pada kebutuhan industri, khususnya di bidang manufaktur, teknologi digital, kecerdasan buatan, robotika, kemaritiman, dan ekonomi kreatif. Melalui penyelenggaraan diskusi ini, Polibatam diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai pusat inovasi di Kepulauan Riau sekaligus memperluas kolaborasi riset dengan perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha guna mendukung peningkatan daya saing Indonesia di tingkat global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....