Prabowo Panggil Pimpinan BP Batam, Bahas Masa Depan Batam

  • 07 Jul 2026 14:14 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Presiden Prabowo Subianto meminta Badan Pengusahaan (BP) Batam mempercepat transformasi Batam sebagai salah satu penggerak baru pertumbuhan ekonomi nasional. Arahan itu disampaikan saat menerima jajaran pimpinan BP Batam di Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026.

Pertemuan itu dihadiri oleh dihadiri langsung oleh Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Wakil Kepala Li Claudia Chandra, Anggota/Deputi Investasi Fary Djemy Francis, serta Anggota/Deputi Infrastruktur Mouris Limanto. Mereka juga membahas pengembangan investasi, infrastruktur, dan reformasi pelayanan di kawasan perdagangan bebas tersebut.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan Presiden menekankan pentingnya menjadikan Batam sebagai model pelaksanaan agenda nasional, mulai dari hilirisasi, industrialisasi, deregulasi, percepatan investasi, hingga efisiensi logistik.

"Salah satu fokus utama ialah modernisasi pelabuhan melalui pembangunan Pelabuhan Internasional Batam yang akan diintegrasikan dengan kawasan industri, manufaktur berteknologi tinggi, pusat data, serta jaringan pelayaran internasional," ujar Amsakar.

Dalam pertemuan itu, Amsakar juga melaporkan bahwa pelayanan investasi dinilai semakin cepat setelah berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2025 yang memperkuat kewenangan pengelolaan kawasan. BP Batam menargetkan Batam menjadi kawasan yang lebih produktif, tertata, dan kompetitif, sekaligus memperkuat perannya sebagai pusat investasi, industri, dan perdagangan yang memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.

Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menyebut digitalisasi Land Management System (LMS) terus dikembangkan untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kepastian hukum dalam pelayanan lahan bagi investor.

“BP Batam menilai perkuatan tata kelola tersebut akan meningkatkan kepastian hukum, mempercepat layanan investasi, serta memperkuat kepercayaan investor terhadap Batam sebagai tujuan investasi,” ujarnya.

BP Batam juga melaporkan realisasi investasi Batam sepanjang 2025 mencapai Rp69,3 triliun. Pada triwulan pertama 2026, nilai investasi tercatat Rp17,48 triliun atau naik 102,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis mengatakan investasi kini semakin banyak mengalir ke sektor elektronik, mesin, pusat data, energi, dan kawasan industri. Menurut Fary, Presiden juga meminta Batam menjadi proyek percontohan reformasi investasi nasional melalui digitalisasi pelayanan, pengawasan berbasis risiko, dan penguatan integritas kawasan.

“Bapak Presiden juga mengarahkan agar Batam menjadi pilot project reformasi investasi nasional melalui digitalisasi pelayanan, pengawasan berbasis risiko, serta penguatan integritas kawasan,” ujar Fary Francis.

Di akhir pertemuan, Presiden menyatakan akan mengoordinasikan kementerian dan lembaga terkait untuk mempercepat penyelesaian berbagai isu strategis, termasuk harmonisasi regulasi dan pembangunan pelabuhan internasional.

Langkah ini diharapkan mampu menurunkan biaya logistik, meningkatkan daya saing ekspor, dan memperkuat posisi Batam dalam rantai pasok global.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....