Dari Jawa, Bagaimana Kopi Menjadi Komoditas Global
- 30 Jun 2026 18:00 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Perjalanan kopi dari Timur Tengah menuju berbagai belahan dunia tidak dapat dilepaskan dari ekspansi perdagangan bangsa-bangsa Eropa pada abad ke-17. Salah satu aktor terpenting dalam penyebaran tersebut adalah Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) atau Perusahaan Hindia Timur Belanda.
VOC menjadi pihak pertama yang memperdagangkan kopi dalam skala besar. Setelah memperoleh bibit kopi, Belanda mulai mengembangkan perkebunannya di Pulau Jawa dan Ceylon, yang kini dikenal sebagai Sri Lanka. Dari Jawa, ekspor kopi pertama ke Belanda tercatat berlangsung pada 1711, menandai lahirnya Indonesia sebagai salah satu pemasok kopi dunia.
| Baca juga: Rupiah Melemah ke Rp17.994 per Dolar AS |
Di Inggris, kopi mulai dikenal melalui jaringan perdagangan Perusahaan Hindia Timur Britania**. Catatan harian John Evelyn pada 1637 menyebut pengalaman mencicipi kopi di Oxford, menjadikannya salah satu bukti awal masuknya minuman tersebut ke Negeri Britania. Beberapa tahun kemudian, kedai kopi bermunculan dan berkembang menjadi ruang diskusi bagi kalangan akademisi, pedagang, hingga politisi.
Dilansir dari Wikipedia, Kopi juga menyebar ke Prancis pada pertengahan abad ke-17, lalu ke Austria dan Polandia setelah Pertempuran Wina tahun 1683. Dari sana, minuman itu perlahan menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Eropa.
Namun, perjalanan kopi tidak selalu berjalan mulus. Ketika pertama kali tiba di Amerika Utara pada masa kolonial, popularitasnya kalah jauh dibandingkan minuman beralkohol. Situasi berubah saat meletusnya Revolusi Amerika. Setelah peristiwa Boston Tea Party pada 1773, banyak warga koloni memboikot teh yang dipasok Inggris dan beralih mengonsumsi kopi. Sejak saat itu, kopi mulai menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Amerika.
Ironisnya, pada periode yang sama konsumsi kopi justru menurun di Britania. Keberhasilan Inggris mengembangkan perkebunan teh di India membuat teh lebih murah dan mudah diperoleh sehingga perlahan menggantikan kopi sebagai minuman favorit masyarakat.
Sementara itu, Prancis memainkan peran penting dalam membawa kopi ke Dunia Baru. Pada dekade 1720-an, seorang perwira Angkatan Laut Prancis, Gabriel de Clieu, membawa bibit kopi ke Pulau Martinik di Karibia. Dari pulau inilah tanaman kopi menyebar ke berbagai wilayah Amerika Latin dan menjadi cikal bakal sebagian besar varietas kopi arabika yang dibudidayakan di dunia saat ini.
Produksi kopi kemudian berkembang pesat di koloni Prancis Saint-Domingue, yang kini menjadi Haiti. Menjelang akhir abad ke-18, wilayah itu memasok hampir separuh kebutuhan kopi dunia. Namun, kejayaan tersebut dibangun di atas kerja paksa para budak di perkebunan. Sistem perbudakan yang brutal akhirnya memicu Revolusi Haiti, yang mengubah sejarah negara tersebut sekaligus mengakhiri dominasinya sebagai produsen kopi terbesar dunia.
Dari pelabuhan-pelabuhan di Yaman hingga perkebunan di Jawa, Karibia, dan Amerika Latin, sejarah kopi memperlihatkan bahwa secangkir kopi bukan sekadar minuman. Ia adalah bagian dari kisah perdagangan global, kolonialisme, migrasi tanaman, hingga perjuangan manusia yang membentuk dunia modern.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....