Pendampingan Remaja Autisme Dinilai Memberikan Makna bagi Kehidupan Caregiver

  • 29 Jun 2026 14:38 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Mendampingi remaja dengan autisme tidak hanya menghadirkan tantangan, tetapi juga memberikan pengalaman hidup yang bermakna bagi orang tua, guru, maupun terapis. Proses tersebut bahkan menjadi sumber kekuatan yang membuat para pendamping terus bertahan menghadapi berbagai dinamika perkembangan anak.

Psikolog Klinis Dewasa RS Awal Bros dan Alfa Hepi Consultant Batam, Wenny Nur Annisa, mengatakan sejumlah penelitian menunjukkan bahwa caregiver tidak hanya mengalami kelelahan selama mendampingi, tetapi juga menemukan makna yang mendalam dari proses tersebut dalam Indonesia Autism Summit (INAS) 2026, Kamis, 11 Juni 2026.

Menurutnya, keberhasilan yang dicapai anak, sekecil apa pun, menjadi pencapaian berharga yang tidak dapat digantikan oleh hal lain. Karena itu, setiap perkembangan patut diapresiasi sebagai hasil dari perjuangan bersama.

"Jangankan berhasil melewati masa transisi, berhasil menguasai satu social skill atau life skill saja rasanya sudah luar biasa. Itu seperti air di tengah padang pasir, luar biasa rasanya," ujar Wenny.

Ia menjelaskan proses pendampingan akan terasa lebih ringan ketika para caregiver mampu menerima kondisi anak dan memahami bahwa setiap individu memiliki perjalanan perkembangan yang berbeda.

Wenny menambahkan kebermaknaan tersebut menjadi alasan mengapa banyak orang tua, guru, maupun terapis tetap bertahan mendampingi anak-anak dengan autisme meskipun menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, setiap pengalaman selama mendampingi tidak ada yang sia-sia. Seluruh proses, baik yang berhasil maupun yang masih membutuhkan perbaikan, menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk ketangguhan para pendamping.

"Pendamping yang diteliti ternyata menemukan pemahaman, penerimaan, dan kebermaknaan yang luar biasa besar. Itu tidak bisa digantikan dengan apa pun," katanya.

Wenny berharap para caregiver terus menghargai perjalanan yang telah dilalui bersama remaja dengan autisme. Dengan memandang proses tersebut sebagai pengalaman yang bermakna, para pendamping diharapkan memiliki semangat untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan dukungan terbaik bagi anak-anak yang mereka dampingi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....