Kesadaran tentang Autisme Harus Diwujudkan Melalui Tindakan Nyata

  • 29 Jun 2026 01:39 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Kesadaran masyarakat terhadap autisme terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, peningkatan pengetahuan tersebut dinilai belum cukup apabila tidak diikuti langkah nyata yang mampu memberikan perubahan bagi anak autisme dan keluarganya.

Pesan itu disampaikan Ketua Panitia Indonesia Autism Summit (INAS) 2026, Dr. Ruwinah Abdul Karim, dalam pembukaan Indonesia Autism Summit 2026 di Batam, Kamis, 11 Juni 2026. Menurutnya, perjuangan anak autisme bukan sekadar persoalan diagnosis, melainkan kehidupan sehari-hari yang dijalani keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Ruwinah menggambarkan bagaimana banyak orang tua menghadapi berbagai tantangan, mulai dari memahami kondisi anak hingga memikirkan masa depan mereka. Karena itu, ia menilai seluruh elemen masyarakat perlu terlibat untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif.

"Hari ini kita hadir untuk menjawab bahwa masa depan itu ada, tapi masa depan itu perlu dibuka dan perlu diperjuangkan bersama."

Menurutnya, kesadaran mengenai autisme seharusnya tidak berhenti pada rasa iba. Pemahaman tersebut harus diwujudkan dalam tindakan yang dapat dirasakan langsung oleh keluarga, baik melalui layanan pendidikan, pendampingan, maupun dukungan sosial.

"Kesadaran itu tidak seharusnya berhenti pada rasa kasihan. Kesadaran harus berubah menjadi pemahaman. Pemahaman harus berubah menjadi satu tindakan. Dari tindakan memberi perubahan yang benar-benar bisa dirasakan oleh orang tua."

Ia menjelaskan, tindakan nyata dapat dimulai dari berbagai hal sederhana, seperti memberikan panduan kepada orang tua, meningkatkan kapasitas guru, membuka ruang belajar yang lebih inklusif, serta membangun masyarakat yang memilih memahami sebelum memberikan penilaian terhadap anak autisme.

Ruwinah menambahkan bahwa setiap perkembangan anak, sekecil apa pun, memiliki arti besar bagi keluarga. Satu respons, satu kontak mata, ataupun satu langkah menuju kemandirian menjadi harapan yang terus diperjuangkan oleh orang tua setiap hari.

Melalui Indonesia Autism Summit 2026, ia berharap kesadaran masyarakat tidak berhenti sebagai wacana, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk memastikan setiap anak autisme memperoleh kesempatan yang sama dalam menjalani kehidupan, pendidikan, dan masa depan mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....