Orang Tua Anak Autisme Masih Dihantui Kekhawatiran Masa Depan Anak
- 28 Jun 2026 11:30 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Masa depan anak autisme masih menjadi kekhawatiran besar bagi banyak orang tua. Mulai dari akses pendidikan, penerimaan di lingkungan sosial, hingga kesempatan bekerja menjadi pertanyaan yang terus muncul seiring bertambahnya usia anak.
Persoalan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam Indonesia Autism Summit (INAS) 2026 yang digelar di Hotel Harmoni One Batam, Kamis, 11 Juni 2026. Forum ini menekankan bahwa dukungan terhadap anak autisme tidak cukup hanya mengandalkan keluarga, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Ketua Panitia Indonesia Autism Summit 2026, Dr. Ruwinah Abdul Karim, mengatakan banyak orang tua yang berusaha terlihat kuat di depan anak-anak mereka, meski sebenarnya menyimpan berbagai kecemasan mengenai kehidupan anak di masa depan.
"Ada orang tua yang kelihatan kuat di hadapan anaknya tetapi menangis dalam diam karena memikirkan hari esok. Siapa yang akan menjaga anak saya? Apakah anak saya akan diterima? Dan apakah anak saya punya tempat dalam masyarakat?"
Menurut Ruwinah, pertanyaan tersebut tidak dapat dijawab oleh satu lembaga ataupun satu profesi saja. Dibutuhkan sistem dukungan yang melibatkan keluarga, tenaga kesehatan, guru, sekolah, pemerintah, organisasi, dan masyarakat agar anak autisme memiliki kesempatan berkembang secara optimal.
Ia juga mengakui layanan terapi semata belum cukup menjawab kebutuhan keluarga. Anak-anak akan kembali ke rumah, bersekolah, berinteraksi dengan masyarakat, hingga suatu saat memasuki dunia kerja. Karena itu, lingkungan yang mendukung menjadi bagian penting dalam proses tumbuh kembang mereka.
Ruwinah berharap masyarakat mulai mengubah cara pandang terhadap autisme dengan mengedepankan empati dan kepedulian. Menurutnya, dukungan sederhana dari lingkungan sekitar dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri anak maupun keluarganya.
Melalui Indonesia Autism Summit 2026, berbagai pihak diajak memperkuat kolaborasi agar keluarga anak autisme tidak lagi merasa berjuang sendirian, sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi penyandang autisme untuk hidup mandiri di tengah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....