Tenaga Ahli Ingatkan Bahaya “Gagap Bencana” Saat Keadaan Darurat
- 19 Jun 2026 15:58 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Kesiapan menghadapi bencana menjadi salah satu fokus dalam penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana Daerah (RPBD) Kota Batam. Pemerintah daerah diingatkan agar tidak hanya memiliki dokumen perencanaan, tetapi juga memastikan dokumen tersebut dapat diterapkan ketika terjadi keadaan darurat.
Tenaga Ahli Penyusun RPBD Kota Batam, Masudi, menilai banyak daerah mengalami kondisi yang disebut sebagai “gagap bencana” ketika menghadapi situasi darurat. Kondisi tersebut terjadi karena perencanaan yang telah dibuat tidak pernah diuji atau disimulasikan.
Menurutnya, kesiapsiagaan harus dibangun melalui latihan berkala yang melibatkan seluruh pihak yang memiliki peran dalam penanggulangan bencana.
Ia menjelaskan masyarakat juga harus memahami prosedur evakuasi dan langkah penyelamatan diri agar tidak terjadi kepanikan saat bencana terjadi.
"Dokumen yang baik tidak akan berarti jika tidak pernah diuji di lapangan. Saat bencana datang, yang menentukan adalah kesiapan nyata, bukan hanya isi laporan," ujar Masudi.
Menurutnya, kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab BPBD, melainkan seluruh instansi yang memiliki keterkaitan dengan penanganan bencana.
Ia mencontohkan bahwa sistem peringatan dini yang baik tidak akan berjalan optimal apabila tidak ditindaklanjuti oleh pihak yang berwenang maupun masyarakat yang menerima informasi.
Karena itu, penyusunan RPBD diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan pembagian tugas antarinstansi ketika menghadapi kondisi darurat.
Masudi menilai latihan dan simulasi kebencanaan perlu menjadi bagian penting dari program yang akan dimasukkan ke dalam dokumen RPBD.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....