Tenaga Ahli Tekankan Pentingnya Mitigasi Sebelum Bencana Terjadi
- 18 Jun 2026 15:21 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana Daerah (RPBD) Kota Batam 2025-2029 diarahkan untuk memperkuat langkah mitigasi dan pengurangan risiko bencana sebelum bencana terjadi. Upaya tersebut dinilai lebih efektif dibandingkan hanya berfokus pada penanganan saat kondisi darurat.
Tenaga Ahli Penyusun RPBD Kota Batam, Masudi, mengatakan paradigma penanggulangan bencana di Indonesia telah berubah sejak terbitnya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007. Pemerintah daerah kini dituntut lebih aktif melakukan upaya pencegahan.
Menurutnya, banyak daerah masih menempatkan penanggulangan bencana hanya pada tahap tanggap darurat. Padahal risiko dan dampak bencana dapat ditekan apabila langkah mitigasi dilakukan lebih awal.
Masudi menjelaskan mitigasi mencakup berbagai program seperti peningkatan kapasitas masyarakat, penyusunan sistem peringatan dini, hingga penguatan koordinasi antarinstansi.
"Penanggulangan bencana sekarang tidak cukup hanya menunggu kejadian. Yang lebih penting adalah bagaimana risiko itu dikurangi sebelum bencana benar-benar terjadi," kata Masudi.
Ia menilai kesiapan daerah tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan peralatan, tetapi juga pemahaman masyarakat terhadap langkah yang harus dilakukan saat menghadapi ancaman bencana.
Menurutnya, keberhasilan penanggulangan bencana sangat bergantung pada kesiapan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat.
Karena itu, RPBD yang tengah disusun diharapkan mampu memperkuat budaya kesiapsiagaan di Kota Batam melalui berbagai program yang terencana dan berkelanjutan.
Dokumen tersebut nantinya menjadi acuan dalam pelaksanaan kegiatan mitigasi dan pengurangan risiko bencana selama lima tahun mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....