Wamen Giring Dukung Pengembangan Kawasan Bersejarah Pulau Penyengat
- 11 Jun 2026 18:45 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Giring Ganesha Djumaryo, kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan kawasan bersejarah Pulau Penyengat di Kepulauan Riau. Dukungan tersebut mencakup rencana pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa yang menjadi bagian penting dari upaya pelestarian warisan budaya Melayu dan sejarah bangsa Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Wamen Giring saat menerima kunjungan kerja Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, di Kantor Kementerian Kebudayaan RI, Jakarta, Rabu 10 Juni 2026. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai langkah strategis terkait penataan, pelestarian, dan pengembangan kawasan Pulau Penyengat sebagai salah satu pusat kebudayaan Melayu yang memiliki nilai sejarah tinggi.
Menurut Wamen Giring, Kementerian Kebudayaan siap memberikan dukungan penuh terhadap program pengembangan Pulau Penyengat. Ia menegaskan bahwa penataan kawasan tidak hanya berorientasi pada aspek estetika, tetapi juga bertujuan menghadirkan pengalaman edukatif bagi masyarakat untuk memahami dan merasakan langsung jejak sejarah maritim Melayu yang menjadi bagian penting dari identitas bangsa.
Dalam audiensi tersebut, Gubernur Ansar didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Kepri Herry Andrianto, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Kepulauan Riau Jumhari, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Dodi Sepka Novyandi. Gubernur menyampaikan bahwa pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa telah memasuki tahap kesiapan, baik dari sisi desain maupun ketersediaan anggaran yang diperlukan.
Ansar juga meminta dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat pengembangan kawasan Pulau Penyengat yang merupakan warisan cagar budaya nasional dan pusat sejarah Kesultanan Riau-Lingga. Pulau yang terletak di wilayah Tanjungpinang ini dikenal luas sebagai salah satu lokasi penting dalam perkembangan budaya, sastra, dan bahasa Melayu yang kemudian menjadi fondasi Bahasa Indonesia modern.
Keberadaan sejumlah situs bersejarah seperti Masjid Raya Sultan Riau Penyengat, kompleks makam raja-raja Melayu, serta peninggalan Kesultanan Riau-Lingga menjadikan Pulau Penyengat sebagai destinasi wisata sejarah dan religi yang diminati wisatawan domestik maupun mancanegara. Setiap tahunnya, kawasan ini menjadi tujuan penelitian akademisi, mahasiswa, serta pemerhati budaya dari berbagai daerah dan negara.
Gubernur Ansar mengungkapkan bahwa wisatawan yang berkunjung ke Pulau Penyengat tidak hanya berasal dari Singapura dan Malaysia, tetapi juga dari sejumlah negara Eropa seperti Italia dan Prancis. Melihat tingginya minat wisatawan terhadap sejarah dan budaya Melayu, Ansar berharap dukungan pemerintah pusat dapat semakin memperkuat upaya pelestarian kawasan tersebut. Pada kesempatan itu, ia juga mengundang Wamen Giring untuk berkunjung langsung ke Pulau Penyengat guna melihat potensi budaya dan sejarah yang dimiliki pulau kebanggaan masyarakat Kepulauan Riau tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....