Amsakar Sebut Program Transmigrasi Rempang Bisa Jadi Contoh Kolaborasi

  • 31 Jul 2026 21:20 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Wali Kota Batam yang juga menjabat ex-officio Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, menyebut program transmigrasi memiliki peran strategis dalam mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah sekaligus mendorong munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Amsakar saat menjadi narasumber pada Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2026 yang diselenggarakan Kementerian Transmigrasi di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Kamis (30/7).

Menurut Amsakar, kesenjangan pembangunan masih menjadi tantangan yang dihadapi berbagai daerah. Karena itu, ia menilai pengembangan kawasan transmigrasi perlu didukung kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan agar mampu berkembang menjadi kawasan ekonomi yang berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, Amsakar juga menyinggung penanganan relokasi warga terdampak pengembangan investasi di Rempang dan Galang. Ia mengatakan pembangunan kawasan permukiman baru di Tanjung Banun oleh Kementerian Transmigrasi menjadi solusi yang memberikan kepastian bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan kawasan.

"Alhamdulillah, kehadiran Kementerian Transmigrasi membangun kawasan permukiman di Tanjung Banun menjadi solusi yang paling baik. Masyarakat memperoleh kepastian lahan sekaligus akan dibangun ekosistem permukiman yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas pendukung," kata Amsakar.

Ia menilai penyelesaian tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kota Batam, BP Batam, Kementerian Transmigrasi, serta kementerian dan lembaga lainnya.

"Ini merupakan hasil kerja bersama. Ketika pemerintah pusat, Pemerintah Kota Batam, BP Batam, dan seluruh pemangku kepentingan bergerak dalam satu visi, maka solusi terbaik bagi masyarakat dapat diwujudkan," ujarnya.

Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2026 merupakan bagian dari implementasi Transformasi Transmigrasi dalam Rencana Strategis Kementerian Transmigrasi 2025–2029. Sebanyak 1.476 peserta yang tergabung dalam tim tersebut akan ditempatkan di berbagai kawasan transmigrasi di Indonesia untuk mendorong inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan percepatan pembangunan kawasan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....