Pemerintah Dorong Media Jadi Ruang Aman bagi Korban Kekerasan Perempuan dan Anak

  • 28 Mei 2026 21:15 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Pemerintah mendorong media mengambil peran lebih besar dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, tidak hanya sebagai penyampai informasi tetapi juga sebagai ruang aman yang dapat membantu korban berani mencari pertolongan.

Menteri Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, mengatakan media memiliki pengaruh besar dalam membentuk cara pandang masyarakat terhadap kasus kekerasan sekaligus menentukan bagaimana korban diperlakukan ketika berupaya mencari bantuan.

“Media harus menjadi bagian dari solusi untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” kata Arifah saat berkunjung ke Radio Sonora di Jakarta.

Menurut Arifah, banyak kasus kekerasan selama ini masih dianggap sebagai persoalan pribadi yang disembunyikan di lingkungan keluarga. Kondisi tersebut membuat korban kerap memilih diam karena khawatir disalahkan, dipermalukan, atau tidak dipercaya ketika melapor.

Karena itu, pemerintah menilai media dapat membantu memutus budaya diam dengan menghadirkan pemberitaan yang berpihak pada korban, memperluas akses informasi, serta mengenalkan layanan perlindungan yang tersedia bagi masyarakat.

“Kita ingin membangun kesadaran bahwa kekerasan tidak boleh terjadi kepada siapa pun dan di mana pun,” ujarnya.

Arifah menilai media radio memiliki keunggulan dalam menjangkau masyarakat secara lebih personal. Melalui program dialog dan konsultasi interaktif, radio dinilai dapat menjadi saluran yang lebih nyaman bagi sebagian masyarakat untuk mencari informasi atau meminta bantuan tanpa harus tampil di ruang publik.

Pemerintah juga berharap kolaborasi dengan media dapat diperluas melalui kampanye edukasi, penyebarluasan layanan pengaduan, serta pelibatan komunitas dan generasi muda dalam isu perlindungan perempuan dan anak.

Selain itu, Arifah mendorong media memberi ruang lebih besar kepada anak dan remaja untuk menyampaikan pandangan mereka mengenai berbagai persoalan yang dihadapi, termasuk kekerasan, kesehatan mental, dan tantangan di ruang digital.

“Kita perlu mendengarkan suara anak dan remaja secara langsung. Mereka yang paling memahami persoalan yang mereka hadapi saat ini,” katanya.

Direktur KG Radio Network, Viliny Lesmana, mengatakan tingginya antusiasme masyarakat terhadap program edukasi dan konsultasi menunjukkan kebutuhan publik terhadap informasi yang aman dan dapat dipercaya masih sangat besar.

Menurutnya, media dapat berfungsi sebagai penghubung antara masyarakat dengan berbagai layanan perlindungan yang belum banyak diketahui publik.

“Kami percaya media dapat menjadi jembatan antara masyarakat dengan berbagai informasi dan layanan yang mereka perlukan,” kata Viliny.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....