Dari Kota Industri ke Kota Data, Batam Siapkan Lompatan Ekonomi Digital

  • 28 Mei 2026 22:39 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Batam terus memperkuat posisinya sebagai pusat ekonomi digital baru di Indonesia melalui pembangunan AI Data Centre berskala besar di kawasan Nongsa. Langkah terbaru ditandai dengan penandatanganan perjanjian jual beli tenaga listrik antara PT PLN Batam dan PT Equator Gate System Batam yang akan memasok kebutuhan energi proyek tersebut.

Kesepakatan itu menjadi bagian penting dalam pengembangan pusat data berbasis kecerdasan buatan yang membutuhkan pasokan listrik besar dan stabil untuk mendukung operasional sistem komputasi yang berjalan selama 24 jam.

Proyek AI Data Centre tersebut dikembangkan oleh PT Equator Gate System Batam yang didukung perusahaan teknologi asal China, Range Intelligent Computing Technology Company Limited. Batam menjadi lokasi ekspansi internasional pertama perusahaan tersebut di luar Tiongkok.

Nilai investasi proyek mencapai sekitar USD 5 miliar atau setara Rp88 triliun dengan area pengembangan seluas 30 hektare di kawasan Teluk Mata Ikan, Nongsa.

Pelaksana Harian Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengatakan investasi tersebut menjadi bagian dari transformasi ekonomi Batam menuju industri berbasis teknologi dan digital.

“Batam memiliki keunggulan geografis, konektivitas internasional, serta kesiapan kawasan yang sangat kompetitif untuk industri digital masa depan,” ujarnya.

Kedekatan Batam dengan Singapore menjadi salah satu daya tarik utama bagi investor teknologi global. Selain akses internasional yang kuat, Batam juga menawarkan biaya lahan dan operasional yang lebih kompetitif dibanding sejumlah pusat data utama di kawasan.

Menurut BP Batam, ketersediaan energi yang andal menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pengembangan industri pusat data. Karena itu, kerja sama penyediaan listrik dipandang sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem digital yang mampu menarik investasi teknologi berskala global.

Masuknya investasi AI Data Centre juga diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan tenaga kerja di sektor teknologi informasi, pengelolaan data, keamanan siber, hingga kecerdasan buatan.

BP Batam menilai proyek tersebut tidak hanya menghadirkan infrastruktur digital baru, tetapi juga membuka peluang bagi Batam untuk memperkuat perannya sebagai salah satu pusat ekonomi digital yang berkembang di kawasan Asia Tenggara.

“BP Batam tentunya akan terus berkomitmen menjaga iklim investasi yang kondusif,” kata Li Claudia.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....