Investasi AI Rp88 Triliun di Batam Dituntut Beri Manfaat Nyata bagi Warga Lokal

  • 28 Mei 2026 22:31 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Investasi AI Data Centre senilai sekitar Rp88 triliun yang masuk ke kawasan Nongsa, Batam, dinilai harus mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal.

Menteri Transmigrasi RI, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, mengatakan keberhasilan sebuah investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai proyek yang masuk, tetapi juga dari dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat di daerah tempat investasi berkembang.

“Investasi harus memberikan dampak nyata bagi rakyat. Yang paling penting bukan hanya nilai investasinya, tetapi seberapa besar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” kata Iftitah.

Menurut dia, pengembangan industri kecerdasan buatan dan pusat data di Batam berpotensi membuka peluang ekonomi baru sekaligus menciptakan kebutuhan tenaga kerja dengan keterampilan khusus. Karena itu, pemerintah menilai peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor penting agar masyarakat lokal dapat ikut mengambil manfaat dari perkembangan industri digital tersebut.

Ia menjelaskan, Kementerian Transmigrasi siap mendukung penguatan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan keterampilan, pembinaan disiplin kerja, serta peningkatan integritas bagi generasi muda dan masyarakat di kawasan transmigrasi.

“Kita harus memastikan masyarakat Indonesia, khususnya generasi mudanya, mampu menjadi bagian dari transformasi ekonomi digital dunia. Karena itu, kompetensi dan integritas harus berjalan berbanding lurus,” ujarnya.

Iftitah menambahkan, manfaat investasi tidak boleh hanya dirasakan oleh investor maupun pelaku usaha, tetapi juga harus memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, serta pengurangan angka pengangguran dan kemiskinan.

Kawasan Nongsa selama beberapa tahun terakhir memang dipersiapkan sebagai pusat ekonomi digital karena memiliki posisi strategis dan berdekatan dengan Singapore. Kehadiran investasi AI Data Centre diharapkan memperkuat posisi Batam sebagai salah satu hub digital nasional.

Selain kesiapan tenaga kerja, pemerintah juga menilai kepastian hukum, stabilitas daerah, dan kemudahan layanan investasi menjadi faktor penting dalam menarik minat investor global untuk menanamkan modal di Batam.

Pemerintah berharap pembangunan pusat data dan industri kecerdasan buatan di Batam tidak hanya menghadirkan infrastruktur digital baru, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat lokal untuk terlibat dalam transformasi ekonomi berbasis teknologi.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....