Potensinya Besar, Ansar Usahakan Perkuat Ekonomi Kelautan Kepri
- 30 Mei 2026 16:16 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Kepri - Provinsi Kepulauan Riau merupakan daerah kepulauan dengan 98 persen wilayahnya berupa lautan dan hanya 2 persen daratan. Terdapat 2.028 pulau, dengan 394 pulau berpenghuni dan 22 pulau terdepan yang berbatasan langsung dengan negara-negara ASEAN seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Kamboja.
Kondisi ini membuat Kepri berpotensi untuk menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai mata pencaharian besar. Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Ansar Ahmad menyambut hal ini sebagai sebuah peluang yang harus dimanfaatkan. Tidak hanya dengan mengandalkan resource yang ada, tetapi diimbangi dengan infrastruktur penunjang agar manfaatnya bisa didapatkan dengan maksimal
“Potensi besar ini harus diimbangi dengan penguatan teknologi penangkapan ikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia nelayan, serta modernisasi armada perikanan agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi masyarakat,” sebut Ansar.
Menurutnya, saat ini terdapat sekitar 72.210 nelayan di Kepulauan Riau yang sebagian besar bergerak di bidang penangkapan ikan dan budidaya perikanan. Karena itu, pemerintah terus berupaya menghadirkan berbagai program dan infrastruktur pendukung agar aktivitas nelayan semakin produktif dan berkelanjutan.
Berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 22 Tahun 2022, wilayah tersebut memiliki potensi lestari sumber daya ikan mencapai 1,3 juta ton per tahun dengan jumlah tangkapan yang diperbolehkan sebesar 900 ribu ton per tahun.
Selain itu, Kepulauan Riau berada dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 711 yang memiliki potensi sumber daya ikan yang sangat besar, sehingga harus dimanfaatkan sumber dayanya agar dapat mensejahterakan warga kepri itu sendiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....