KJRI Johor Bahru Kembali Pulangkan 190 PMI dan WNI Deportan

  • 25 Mei 2026 23:06 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Konsulat Jenderal Republik Indonesia Johor Bahru kembali memfasilitasi pemulangan 190 Warga Negara Indonesia dan Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia melalui Pelabuhan Batam Center, Kepulauan Riau.

Rombongan deportan terdiri dari 131 laki-laki dan 51 perempuan, termasuk kelompok rentan yakni empat lansia dan empat anak-anak. Sebagian besar berasal dari Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara, Aceh, dan Bengkulu.

Staf Teknis Mabes Polri, Riza Sativa mengatakan, pemulangan itu menjadi bagian dari upaya perlindungan pemerintah terhadap warga negara Indonesia di luar negeri.

"Sebelum dipulangkan, mereka sempat ditahan di sejumlah Depot Tahanan Imigresen di wilayah kerja Johor Bahru, yakni di Pahang, Johor, dan Negeri Sembilan," jelasnya dalam siaran tertulis yang diterima RRI, Senin 25 Mei 2026.

Pemulangan dilakukan dalam dua tahap melalui jalur laut. Sebanyak 150 orang diberangkatkan dari Pelabuhan Pasir Gudang pada 22 Mei 2026 menggunakan kapal feri MDM Express 2. Sementara 40 orang lainnya dipulangkan dari Pelabuhan Stulang Laut pada 25 Mei 2026 menggunakan kapal feri Citra Legacy 5.

Proses pendampingan dilakukan oleh Satuan Tugas Perwakilan Pelindungan Terpadu, terutama bagi anak-anak dan lansia, untuk memastikan proses kepulangan berlangsung aman dan manusiawi.

Dalam pemulangan kali ini, sebanyak 117 orang menggunakan Surat Perjalanan Laksana Paspor atau SPLP karena tidak lagi memiliki dokumen perjalanan yang sah. KJRI Johor Bahru mengatakan pihaknya terus mempercepat penerbitan dokumen darurat tersebut di tengah berbagai kendala administrasi di lapangan.

Pihak KJRI juga kembali mengimbau calon pekerja migran Indonesia agar menggunakan jalur resmi dan mematuhi aturan hukum jika ingin bekerja di Malaysia guna menghindari risiko deportasi.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, Konsulat Jenderal Republik Indonesia Johor Bahru mencatat telah memfasilitasi pemulangan 2.497 WNI dan PMI dari Malaysia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....