Hari ke-7 Scoutday, Tari Komando dan Band Pramuka

  • 24 Apr 2026 21:40 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Rangkaian kegiatan Scoutday ke-15 tahun 2026 kini telah memasuki hari kedelapan. Kegiatan ini dimulai sejak Sabtu pekan lalu dan terus berlangsung meriah. Sejak upacara pembukaan resmi, ribuan anggota Pramuka setiap harinya memadati Mall Botania II untuk mengikuti berbagai perlombaan yang telah disiapkan panitia.

Memasuki hari Jumat, 24 April, sejumlah lomba digelar, di antaranya lomba Tari Komando yang diikuti oleh peserta tingkat Penggalang SD, Penggalang SMP, hingga Penegak SMA. Dalam perlombaan ini, para peserta menampilkan koreografi serta kostum terbaik mereka. Proses penjurian berlangsung sejak pagi hingga malam hari, dengan jumlah peserta masing-masing 17 tim tingkat SD, 17 tim tingkat SMP, dan 16 tim tingkat SMA.

Selain itu, kemeriahan juga terlihat pada penampilan band Pramuka yang digelar pada malam hari. Lomba ini diikuti oleh sembilan tim dari tingkat Penggalang SMP dan Penegak. Menariknya, salah satu peserta berasal dari luar negeri, yakni Sekolah Seni Malaysia Johor, yang turut memeriahkan ajang tersebut.

Ketua juri Tari Komando, Herry Budiansyah, menyampaikan bahwa kriteria penilaian meliputi kesesuaian musik yang mengandung unsur tradisional, kreativitas, serta kekompakan tim. Ia menambahkan bahwa seluruh peserta menunjukkan semangat dan kualitas penampilan yang semakin meningkat.

"Yang jelas pesertanya sekitar empat puluhan hari ini. Dari pagi sampai malam. Poin penilaiannya itu pertama ada kesesuaian sama musik kan ada unsur tradisional, kemudian keratifitas, kemudian semangat, ekspresi itu ada yang paling penting itu kekompakan. Kalau semangat peserta luar biasa apalagi dengan suporter yang luar biasa sekali. saya kaget sendiri. Luar biasa dukungan suporter karena ramai itu yang membangkitkan semangat para peserta tadi. Makanya mereka pad totalitas," jelas Herry.

Salah satu perwakilan tuan rumah, Komandan Pleton SMA Negeri 1 Kota Batam, Muhammada Risdan, mengaku bangga meskipun timnya berlatih tanpa pelatih. Mereka tetap berusaha memberikan penampilan terbaik.

"Untuk persiapan kami kurang lebih dua bulan sih Kak. Mikirin konsep, mikirin gerakan apa, lagu apa yang akan kami pake. Sebenarnya kalau dari ide masing-masing karena kami kan tanpa pelatih juga kan Kak jadi kami apapun itu nyari ide sendiri. Konsep yang kami ambil itu untuk tariannya kami ambil dari Padang karena kami sendiri itu kebanyakan dari Padang. Harapan kaminya yang pasti membawa kemenangan, Juara umum untuk kami. Amin doa untuk bersama," ungkap Risdan.

Sementara itu, Komandan Pleton tim tamu dari SMA Negeri 4 Karimun, Satria Budi Pratama, optimistis bahwa dengan kreasi dan kostum yang menarik, timnya mampu menambah perolehan piala untuk Kabupaten Karimun.

"Tema tari komandonya tentang koboy dan perpaduan dari Kepulauan Riau yaitu kain songket, tanjak dan anak-anak yang berbaur dengan Melayu. idenya dari konsep kan saya berasal dari Karimun otomatis yang paling utama itu konsep dari daerah asal sendiri. Harapannya untuk tahun ini semoga mendapatkan piala semua di setiap lombanya dan usaha yang kami latihan selama hampir setengah tahun bisa mendapatkan hasil yang maksimal," kata Satria.

Untuk hari ini, kegiatan Scoutday akan melanjutkan berbagai perlombaan, di antaranya Dance Semaphore untuk Penggalang SD, Dance Umum untuk Penggalang SMP dan Penegak, serta pengumpulan video reportase dari peserta tingkat SMP dan Penegak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....