Lanud Hang Nadim: Latihan Penanganan Pasca Force Down Koopsudnas TA 2026

  • 11 Sep 2026 19:54 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Lanud Hang Nadim Batam menjadi tuan rumah kegiatan Latihan Penanganan Pasca Force Down Koopsudnas Tahun Aggaran 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk realisasi dari Koopsudnas berserta Satuan Jajaran siap melaksanakan Operasi Penegakkan Hukum dan Pengamanan Ruang Udara (Opsgakkumpamrud) di Wilayah Komando Daerah Angkatan Udara I dalam rangka mendukung tugas pokok TNI AU. Kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari yaitu 10 dan 11 September 2026 di Terminal Kargo Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Penutupan kegiatan ini dipimpin oleh Panglima Koopsudnas (Komando Operasi Udara Nasional) TNI AU Marsekal Madya (Marsdya) TNI Minggit Tribowo, S.I.P. Dalam sambutannya Minggit mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dan pemangku kepentingan yang telah membantu pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan lancar di Batam.

"Dengan berakhirnya kegiatan ini saya mengucapkan terim kasih yang setingginya. Terima kasih saya sampaikan kepada pemerintah kota Batam beserta FKPD yang telah membantu sehingga latihan ini bisa berjalan dengan aman. Kepada stakeholder terkait rekan-rekan TNI POLRI wilayah Batam kami ucapkan terima kasih atas support selama ini. Hadirin peserta latihan yang saya banggakan demikian sambutan saya sekian dan terima kasih," ucap Minggit.

Latihan ini bertujuan menguji dan meningkatkan kesiapan Koopsudnas beserta satuan jajaran dalam melaksanakan Operasi Penegakan Hukum dan Pengamanan Ruang Udara (Opsgakkumpamrud), khususnya pada tahapan setelah suatu

pesawat dilakukan force down. Latihan bukan hanya tentang bagaimana pesawat tersebut dipaksa mendarat, tetapi juga bagaimana setelah mendarat pesawat, awak, penumpang, dan barang yang ada di dalamnya dapat ditangani dengan aman, tertib, dan sesuai aturan

Komandan Lanud Hang Nadim Letkol Pnb Indra Alexander Yosef Lessy, M.M.D.S, sebagai dansatgas dan tuan rumah kegiatan menjelaskan tujuan kegiatan ini ke depannya.

"Kita sebagai pangkalan operasional harus selalu siap mendukung operasional penerbangan karena itu tugas utama setiap pangkalan TNI AU. Sehingga dalam kegiatan ini memang kita sangat harus bisa mendukung dan dengan adanya aktivasi dari Undang-Undang Pengelolaan Ruang Udara sehingga Lanud itu diberikan tugas yang lebih lagi. Anggota-anggota kami juga sekarang sedang disekolahkan untuk menjadi penyidik udara. Jadi ke depannya targetnya adalah seluruh pangkalan udara bisa melaksanakan kegiatan seperti yang dicontohkan pada pagi hari tadi," Jelas Lessy.

Latihan ini melibatkan banyak Kementerian, lembaga dan pihak lain karena masing-masing memiliki tugas dan kewenangan yang berbeda. Dalam latihan ini selain TNI Angkatan Udara, terdapat unsur Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Imigrasi danPemasyarakatan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan, AirNav Indonesia, Badan Karantina Indonesia, PT Angkasa Pura Indonesia, serta unsur terkait lainnya di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Latihan ini menguji kerja sama dan kolaborasi seluruh pihak ketika menghadapi situasi yang membutuhkan penanganan cepat dan terpadu.

Pimpinan menekankan tiga hal utama dalam latihan, yakni pemahaman tugas setiap personel, koordinasi antarlembaga, dan keselamatan. Latihan dilakukan secara realistis dan profesional untuk menemukan kekurangan yang dapat menjadi bahan evaluasi guna meningkatkan kesiapan menghadapi situasi nyata. Latihan menguji seluruh proses penanganan pelanggaran ruang udara, mulai dari intersepsi dan force down, pengamanan pesawat, penanganan awak serta penumpang, pemeriksaan hingga penyidikan. Batam dipilih karena berada di wilayah perbatasan dan dekat jalur penerbangan internasional, sehingga latihan ini penting untuk memperkuat kesiapan menjaga keamanan dan kedaulatan ruang udara Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....