Kolaborasi SETI Dorong Efisiensi Energi di Batam

  • 17 Apr 2026 09:51 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Diseminasi hasil studi nilai dasar konsumsi energi di lingkungan binaan di Kota Batam menjadi langkah penting dalam mendukung transisi energi berkelanjutan melalui kolaborasi antara Pemerintah Jerman, pemerintah pusat, dan Pemerintah Kota Batam dalam proyek Sustainable Energy Transition in Indonesia (SETI).

Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kementerian, pemerintah provinsi, BP Batam, PLN Batam, hingga para pengelola bangunan gedung. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam upaya mendorong efisiensi energi di tengah pesatnya pertumbuhan Kota Batam, Kamis, 16 April 2026.

Manajer Proyek SETI dari IESR, Malindo Wardana, menjelaskan bahwa studi konsumsi energi dasar ini dilakukan selama kurang lebih delapan bulan untuk memetakan pola penggunaan energi di berbagai jenis bangunan di Batam.

“Studi yang akan kita presentasikan kali ini namanya studi nilai dasar konsumsi energi itu dikerjakan dari bulan Maret 2025, maaf akhir Juli 2025 ini maaf sampai Maret 2026, delapan bulan. Ini studi ini sebetulnya bertujuan untuk mengetahui konsumsi energi dari berbagai tipe bangunan di Kota Batam.”

Ia menambahkan, studi ini tidak hanya mengukur konsumsi energi, tetapi juga mengidentifikasi penggunaan energi terbesar serta potensi pemanfaatan energi terbarukan, khususnya tenaga surya.

“Selanjutnya apa sih potensi dari pemasangan maaf pemanfaatan energi surya di Kota Batam lalu manajemen energi dan bangunan gedung hijau di Kota Batam itu yang kita mau tahu dari studi ini.”

Namun demikian, proses pengumpulan data diakui menjadi tantangan tersendiri karena harus mencakup berbagai tipe bangunan dan wilayah geografis di Batam.

Manajer Proyek SETI dari IESR, Malindo Wardana, menjelaskan tujuan studi konsumsi energi dasardi lakukan. (Foto: Ditjen EBTKE)

Di sisi lain, mewakili Sekretaris Daerah Kota Batam, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam Azril Apriansyah menegaskan bahwa hasil studi ini menjadi acuan strategis dalam perencanaan energi daerah.

“Hasil studi Baseline Energy Consumption yang dipaparkan ini bukan sekedar angka, tapi juga melainkan acuan strategis bagi kita semua, baik itu dalam menyusun perencanaan energi daerah yang lebih tepat sasaran. Kemudian memetakan potensi energi terbarukan khususnya PLTSA atap, juga mendorong implementasi bangunan gedung hijau demi efisiensi energi jangka panjang.”

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam, Azril Apriansyah mewakili Sekretaris Daerah Kota Batam, menegaskan bahwa hasil studi ini menjadi acuan strategis dalam perencanaan energi daerah. (Foto: Renita/RRI)

Menurutnya, meningkatnya kebutuhan energi di Batam harus diimbangi dengan upaya efisiensi serta kesiapan infrastruktur energi yang andal dan rendah emisi.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Batam berharap terjalin sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam mendorong efisiensi energi dan pemanfaatan energi terbarukan.

Dengan dukungan berbagai pihak, Batam ditargetkan mampu berkembang sebagai kota yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan serta ramah lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....