Hari Internasional Refleksi Tentang Genosida di Rwanda

  • 07 Apr 2026 07:37 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam – Setiap 7 April diperingati sebagai Hari Internasional Refleksi tentang Genosida di Rwanda pada tanggal 7 April. Sesuai namanya, peringatan tersebut bertujuan untuk mengenang para korban genosida Rwanda tahun 1994.

Perserikatan Bangsa-Bangsa kemudian menetapkan 7 April sebagai Hari Internasional Refleksi tentang Genosida di Rwanda pada tahun 2004 untuk mengenang para korban dalam tragedi tersebut.

Diperkirakan sekitar 500.000 hingga 800.000 orang Tutsi tewas selama genosida Rwanda pada tahun 1994. Hari Internasional Refleksi tentang Genosida di Rwanda sendiri diperingati oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan semua negara anggota yang tergabung di dalamnya.

Pada momen peringatan tersebut, acara peringatan diadakan di berbagai kota di seluruh dunia, termasuk Kigali (Rwanda), Dar-es-Salaam (Tanzania), Jenewa (Swiss), dan New York City (Amerika Serikat). Seluruh anggota PBB biasanya juga diundang mengheningkan cipta selama satu menit untuk mengenang para korban pada peringatan Hari Internasional Refleksi tentang Genosida di Rwanda.

Genosida Rwanda yang terjadi pada 1994 menjadi salah satu tragedi kemanusiaan terbesar dalam sejarah. Kekerasan ini memuncak pada periode 7 April hingga 15 Juli 1994, namun akarnya sudah muncul sejak konflik etnis pada 1800-an.

Revolusi Rwanda pada 1959 menggulingkan monarki Tutsi dan memicu gelombang pengungsian besar-besaran ke negara tetangga. Kelompok pengungsi Tutsi lalu membentuk Front Patriotik Rwanda (RPF) yang sempat melancarkan invasi ke Rwanda pada 1990.

Konflik berlanjut dalam bentuk perang gerilya, kesepakatan damai akhirnya tercapai pada 1993 melalui Perjanjian Arusha. Akan tetapi, situasi kembali memanas setelah pesawat Presiden Rwanda Juvénal Habyarimana ditembak jatuh pada 6 April 1994.

Insiden tersebut menjadi pemicu genosida selama 100 hari. Dalam waktu singkat, milisi dan pasukan pemerintah melakukan pembantaian terhadap etnis Tutsi dan kelompok Hutu moderat. Sejumlah tokoh penting turut menjadi korban dalam pembantaian tersebut, kekerasan juga meluas di berbagai wilayah dengan skala yang sangat masif.

Genosida baru pada pertengahan Juli 1994 setelah RPF berhasil menguasai Kigali. Selama konflik tersebut, jutaan orang mengungsi ke negara-negara tetangga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....