Pemilih Muda Strategis Jaga Kualitas Demokrasi
- 15 Mar 2026 13:55 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, Lolly Suhenty, menyatakan bahwa kelompok muda memiliki posisi strategis dalam menjaga proses demokrasi. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Ngabuburit Pengawasan yang digelar Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah dengan tema "Gerakan Masyarakat Awasi Kerawanan Pemilu bersama Pemilih Muda".
Menurut Lolly, secara kuantitatif jumlah pemilih muda sangat besar dalam komposisi pemilu. Ia mengungkapkan bahwa lebih dari separuh pemilih di Indonesia berasal dari generasi muda.
“Sekitar 52 persen pemilih kita berasal dari kelompok muda. Ini menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan kualitas demokrasi,” ujar Lolly di hadapan peserta kegiatan di Palu, Jumat, 13 Maret 2026.
Selain jumlahnya yang dominan, Lolly menilai kelompok muda juga memiliki kekuatan secara kualitatif. Ia menjelaskan bahwa generasi muda merupakan kelompok paling aktif memanfaatkan teknologi informasi, sehingga memiliki akses pengetahuan yang luas dan kemampuan beradaptasi tinggi terhadap berbagai perkembangan zaman.
Kemudahan akses informasi, kata Lolly, membuat cara berpikir generasi muda cenderung lebih terbuka, adaptif, dan kreatif dalam merespons dinamika demokrasi. Menurutnya, jika hal itu dipadukan dengan literasi kepemiluan yang kuat serta kemampuan berpikir kritis, maka generasi muda dapat menjadi aktor penting dalam mengawal kualitas pemilu ke depan.
Namun demikian, Lolly mengingatkan bahwa akses informasi yang luas juga memiliki tantangan. Tanpa literasi kepemiluan yang memadai dan nalar kritis, generasi muda berpotensi menjadi sasaran kapitalisasi politik maupun korban penyebaran hoaks dalam proses demokrasi.
Karena itu, anggota Bawaslu tersebut mendorong agar literasi kepemiluan di kalangan generasi muda terus diperkuat. Ia menilai keterlibatan anak muda dalam pengawasan partisipatif menjadi kunci dalam menjaga integritas pemilu.
“Jika akses informasi, literasi kepemiluan, dan kemampuan berpikir kritis berjalan bersama, tahun 2029 kualitas pemilu dan demokrasi kita akan lebih baik,” tegas Lolly Suhenty mengakhiri pernyataannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....