Penataan New Nagoya Dimulai, BP Batam Siapkan Relokasi PKL dan Alternatif Parkir
- 30 Mar 2026 21:30 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Rencana penataan kawasan New Nagoya mulai memasuki babak awal. Badan Pengusahaan (BP) Batam menyatakan proses perencanaan telah berjalan sejak tahun lalu, sementara pekerjaan fisik akan dilakukan secara bertahap sepanjang tahun ini.
Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, mengungkapkan bahwa langkah awal akan difokuskan pada pembersihan dan perapian kawasan. Penataan ini merupakan bagian dari pengembangan Wilayah Pengembangan Prioritas (WPP) New Nagoya yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan dan wisata kuliner utama di Batam.
“Perencanaan sudah kami mulai sejak tahun lalu. Tahun ini, secara bertahap akan masuk ke proses pembersihan dan perapian fisik di lapangan,” ujarnya, Senin, 30 Maret 2026.
Mouris menekankan bahwa pembenahan kawasan akan dilakukan dengan pendekatan hati-hati. Pihaknya mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi masyarakat setempat agar perubahan yang terjadi tidak menimbulkan gangguan signifikan terhadap aktivitas warga maupun pelaku usaha di kawasan tersebut.
Salah satu titik krusial dalam penataan ini adalah pengaturan ulang fungsi jalan yang selama ini digunakan sebagai area parkir. Mouris menyebut, setiap perubahan fungsi ruang akan diiringi dengan penyediaan alternatif yang memadai.
“Ketika ada perubahan fungsi, misalnya jalan yang sebelumnya dipakai untuk parkir, tentu kami siapkan dulu lokasi pengganti agar tidak menimbulkan dampak yang besar,” katanya.
Penataan juga menyasar keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini menempati trotoar dan badan jalan di sejumlah titik, termasuk di kawasan Sei Jodoh. BP Batam berupaya menyiapkan lokasi relokasi sementara agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa terputus.
“Kami akan menyiapkan tempat pindah sementara bagi PKL, sehingga mata pencaharian mereka tidak terputus,” ujar Mouris.
Kawasan New Nagoya direncanakan bertransformasi menjadi koridor yang lebih tertata. Rencana pembangunan mencakup jalur pedestrian yang nyaman, ruang publik, serta pusat kuliner yang lebih terstruktur. Saat ini, sejumlah ruas jalan di kawasan tersebut masih menghadapi persoalan trotoar sempit, penggunaan ruang oleh pedagang, serta kondisi lingkungan yang kurang tertata.
Dengan pendekatan bertahap dan penyediaan alternatif bagi para pelaku usaha, BP Batam berharap proses penataan ini dapat berjalan lancar tanpa mengorbankan denyut ekonomi kawasan yang selama ini menjadi salah satu ikon kota Batam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....