Smart Transportation di Indonesia Hadapi Tantangan Teknologi dan Perilaku

  • 19 Mar 2026 10:39 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Pengembangan smart transportation di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Hal ini terungkap dalam webinar nasional yang diselenggarakan Universitas STEKOM dengan menghadirkan guru besar dari Universitas Internasional Batam.

Dalam paparannya, Andri Irfan Rifai menyebut bahwa tantangan tidak hanya berasal dari teknologi, tetapi juga perilaku masyarakat. “Ini yang menjadi tantangan kita gitu kan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa implementasi teknologi di lapangan tidak selalu berjalan mulus. “Untuk mengimplementasikan teknologi itu memang nggak murah dan nggak mudah,” katanya.

Ia mencontohkan kasus hilangnya perangkat di lapangan. “Bukan rusak tapi karena baterainya hilang karena alatnya hilang,” ungkapnya.

Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa faktor non-teknis sangat memengaruhi keberhasilan sistem. “Ini kan tadi yang saya bilang tentang behavior kita,” ujarnya.

Ia juga menyinggung tantangan dalam pemasangan sensor di wilayah terpencil. “Menggunakan alat-alat yang tidak murah dan itu mudah sekali hilang,” katanya.

Meski demikian, ia menyebut bahwa riset terkait teknologi transportasi sebenarnya sudah banyak dilakukan. “Kami banyak melakukan penelitian bagaimana prediksi lubang misalnya kan, prediksi kerusakan,” jelasnya.

Namun, implementasi secara luas masih menjadi pekerjaan besar. “Apakah itu sudah diimplementasikan secara masif se-Indonesia yaitu pertanyaan berikutnya,” ujarnya.

Ia juga menilai bahwa masyarakat Indonesia memiliki keunggulan dalam hal penyebaran informasi. “Netizen kita lebih kencang,” katanya terkait pelaporan kondisi jalan.

Melalui diskusi ini, ia menegaskan bahwa pengembangan smart transportation membutuhkan sinergi antara teknologi, biaya, dan perubahan perilaku masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....