Hari Pers Kulit Hitam Bermula di New York City

  • 16 Mar 2026 06:21 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam – Setiap tanggal 16 diperingati Hari Pers Kulit Hitam Perayaan ini bertujuan untuk memperingati terbitnya surat kabar kulit hitam pertama, "Freedom's Journal", di New York City yang menjadi tonggak penting bagi perjuangan hak-hak orang kulit hitam di Amerika.

Dilansir dari National Today, pada tahun 1827, kelompok-kelompok terkemuka Afrika-Amerika bersatu untuk mengatasi tantangan sosial, ekonomi, dan politik yang mereka hadapi. Meskipun mereka sudah menyuarakan perjuangan mereka melalui gereja dan organisasi sosial, mereka merasa hal tersebut tidak cukup untuk menghadapi diskriminasi yang sistemik.

Mereka membutuhkan platform yang lebih besar untuk mengadvokasi perubahan yang lebih mendalam. Namun, mereka tidak memiliki akses ke media atau surat kabar yang ada pada waktu itu.

Pada 16 Maret 1827, Pendeta Samuel Cornish dan John Russwurm meluncurkan Freedom's Journal, surat kabar pertama yang diproduksi oleh orang kulit hitam di Amerika. Edisi pertama surat kabar tersebut menegaskan mandatnya: "Sudah terlalu lama orang lain berbicara untuk kami... Kami ingin menyuarakan kepentingan kami sendiri."

Keberadaan surat kabar tersebut menjadi titik awal bagi perubahan besar. Pada tahun 1920-an dan 1930-an, ketika banyak media besar mengabaikan realitas yang dihadapi oleh orang kulit hitam, pers kulit hitam mengambil alih untuk mengisi kekosongan tersebut.

Selama bertahun-tahun, Black Press telah menampilkan karya-karya aktivis terkemuka Amerika, termasuk W.E.B DuBois, Zora Neale Hurston, Langston Hughes, Frederick Douglass, dan Ida B. Wells Barnett.

Pada tahun 1941, perwakilan dari 22 penerbitan memutuskan untuk membentuk National Negro Publishers Association (N.N.P.A.). Saat ini, N.N.P.A. terdiri dari lebih dari 200 surat kabar kulit hitam di Amerika Serikat dan Kepulauan Virgin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....