Kemenag Karimun Prioritaskan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta

  • 26 Jan 2026 10:06 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Karimun melalui Seksi Pendidikan Islam menetapkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan perizinan Satuan Pendidikan Muadalah bagi pondok pesantren sebagai fokus utama program kerja tahun ini.

Langkah ini diambil guna meningkatkan kualitas pelayanan serta bimbingan teknis pada pendidikan agama dan keagamaan di seluruh wilayah Kabupaten Karimun.

Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kemenag Kabupaten Karimun, Endang Sry Wahyu, menjelaskan bahwa tugas dan fungsi instansinya berpedoman pada PMA Nomor 19 Tahun 2019. Pihaknya bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan bimbingan teknis, pengelolaan data, serta informasi pada berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Raudatul Athfal (RA), madrasah, Pendidikan Agama Islam (PAI), diniyah, hingga pondok pesantren.

“Fokus utama kami pada awal tahun ini adalah memberikan pelayanan dan bimbingan yang efektif dan efisien. Prioritas utamanya adalah mensosialisasikan serta mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di setiap madrasah, serta memastikan setiap pondok pesantren memiliki izin satuan pendidikan muadalah,” ujar Endang Sry Wahyu pada Senin 19 Januari 2026.

Untuk mencapai target tersebut menurutnya, seksi Pendidikan Islam didukung oleh delapan staf dan tiga pengawas madrasah yang melayani unit pendidikan di 14 kecamatan di Kabupaten Karimun.

“Target yang ingin dicapai adalah penerapan KBC yang merata dan mendalam di seluruh madrasah binaan, serta terbitnya izin operasional muadalah bagi seluruh pondok pesantren di wilayah tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan terdapat beberapa tantangan nyata dalam pelaksanaan program di lapangan, di antaranya Kondisi geografis wilayah Kabupaten Karimun yang berbentuk kepulauan sehingga menyulitkan jangkauan transportasi laut. Kondisi cuaca yang sering tidak menentu dan menghambat mobilitas petugas. Infrastruktur digital yang belum merata, di mana masih terdapat beberapa daerah yang belum tersentuh jaringan internet.

Menyikapi tantangan tersebut, Kankemenag Karimun menghadirkan inovasi berupa digitalisasi pembelajaran. Inovasi ini ditujukan untuk mendukung pengembangan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) agar tetap dapat diakses dan diimplementasikan secara optimal oleh setiap madrasah meskipun di tengah keterbatasan akses fisik.

Dengan komitmen ini, Kemenag Karimun berharap standar pendidikan Islam di wilayah perbatasan ini dapat terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....