Kenapa Sahur dalam Jumlah Banyak Tidak Dijamin Kenyang Sampai Buka?
- 28 Feb 2026 12:45 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam: Orang Indonesia diketahui memiliki Kebiasaan makan sahur rata-rata dalam porsi besar khususnya nasi putih dalam jumlah banyak. Karbohidrat sederhana seperti nasi putih mudah dicerna tubuh. Proses ini menyebabkan kadar gula darah naik dengan cepat.
dilansir dari jurnal Nutrients dan The American Journal of Clinical Nutrition, makanan dengan indeks glikemik tinggi memicu fluktuasi gula darah yang lebih besar. Fluktuasi tersebut berpengaruh pada regulasi hormon lapar seperti ghrelin, sehingga keinginan makan muncul kembali dalam waktu singkat.
| Baca juga: Tips Sahur agar Kenyang Lebih Lama |
Kondisi gula darah naik yang cepat tersebut dikenal sebagai glucose spike. Setelah lonjakan terjadi, kadar gula darah dapat turun dalam waktu relatif singkat. Penurunan inilah yang memicu rasa lemas, mengantuk, dan lapar lebih cepat.
Selain jumlahnya, jurnal yang sama juga menyebut peran pentingnya Jenis makanan. Sebagai contoh ialah makanan berminyak yang membutuhkan waktu cerna lebih lama dan kerja ekstra dari sistem pencernaan.
Perut dapat terasa berat atau tidak nyaman. Makanan tinggi garam meningkatkan rasa haus dan memengaruhi keseimbangan cairan tubuh. Hidangan yang sangat pedas atau asam pada sebagian orang memicu keluhan lambung sejak pagi.
Tubuh memerlukan energi yang stabil dan bertahap selama puasa. Sumber energi yang cepat diserap memang buat tubuh merasa energi full, namun efeknya ternyata tidak bertahan lama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....