Skotlandia dan Haiti Berebut Tiga Poin Krusial pada Laga Pembuka Piala Dunia 2026
- 12 Jun 2026 07:55 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Pertemuan Skotlandia dan Haiti pada pertandingan pertama Grup C Piala Dunia diprediksi menjadi duel yang sangat menentukan bagi perjalanan kedua tim. Dengan Brasil dan Maroko menanti pada laga berikutnya, kemenangan pada partai pembuka menjadi target utama yang sulit ditawar.
Dilansir dari Reuters, kedua negara menyadari bahwa kehilangan poin di awal turnamen dapat memperkecil peluang mereka untuk bersaing memperebutkan tiket ke fase gugur. Oleh karena itu, laga yang berlangsung di Boston dipandang sebagai kesempatan terbaik untuk mengumpulkan poin penuh sebelum menghadapi lawan-lawan yang lebih diunggulkan.
Persaingan di Grup C memang terbilang berat. Selain Skotlandia dan Haiti, grup ini dihuni Brasil yang telah lima kali menjadi juara dunia serta Maroko, tim yang mencuri perhatian pada Piala Dunia 2022 setelah menembus semifinal dengan menyingkirkan sejumlah raksasa Eropa.
Baik Skotlandia maupun Haiti sama-sama belum memiliki sejarah panjang di panggung Piala Dunia. Haiti hanya pernah tampil sekali, yakni pada edisi 1974, dan gagal meraih poin setelah menelan kekalahan dalam seluruh pertandingan fase grup.
Nasib serupa dialami Skotlandia yang hingga kini belum pernah menembus babak gugur meski sudah delapan kali tampil di putaran final. Setiap keikutsertaan mereka selalu berakhir di fase grup.
Meski demikian, perubahan format kompetisi tahun ini memberi harapan baru. Dengan bertambahnya jumlah peserta serta hadirnya babak 32 besar, peluang negara-negara nonunggulan untuk lolos menjadi lebih terbuka dibandingkan edisi-edisi sebelumnya.
Modal yang dibawa kedua tim menuju pertandingan ini juga cukup menjanjikan.
Skotlandia menunjukkan produktivitas tinggi dalam agenda uji coba terakhir mereka. Tim asuhan Steve Clarke sukses membukukan delapan gol dari dua pertandingan melawan Curacao dan Bolivia, sementara lini belakang hanya kebobolan satu kali.
Kondisi tersebut membuat Clarke memiliki banyak pilihan dalam menentukan susunan pemain utama. Sejumlah pemain tampil impresif dan bersaing untuk mendapatkan tempat di tim inti.
Lawrence Shankland, yang baru bergabung dengan Rangers, menjadi salah satu pemain yang mencuri perhatian setelah mengoleksi tiga gol dalam dua laga persahabatan. Sementara Che Adams turut menunjukkan ketajamannya dengan mencetak dua gol saat menghadapi Bolivia.
Gelandang Skotlandia Ryan Christie menegaskan bahwa timnya tidak memandang Haiti sebelah mata, meskipun lawannya berada jauh di bawah mereka dalam peringkat FIFA.
"Tetapi ini memberi kami peluang untuk mengawali turnamen dengan baik. Jika melihat grup ini di atas kertas, mungkin ini pertandingan yang paling ringan," katanya kepada BBC.
Di sisi lain, Haiti juga datang dengan rasa percaya diri yang cukup tinggi. Kehadiran Jean-Ricner Bellegarde dan Wilson Isidor, yang pernah merasakan atmosfer kompetisi Liga Primer Inggris, memberikan tambahan kualitas bagi skuad Karibia tersebut.
Sebelum terbang ke Piala Dunia, Haiti sempat meraih kemenangan meyakinkan 4-0 atas Selandia Baru. Meski kemudian kalah 1-2 dari Peru akibat kebobolan di penghujung laga, performa mereka tetap dianggap cukup kompetitif.
Persiapan Haiti menuju turnamen juga tidak lepas dari berbagai tantangan. Situasi keamanan yang belum stabil akibat konflik kelompok bersenjata membuat mereka tidak bisa menggelar pertandingan kandang kualifikasi di negaranya sendiri.
Mayoritas pemain Haiti saat ini berkarier di luar negeri. Bahkan pelatih mereka, Sebastien Migne, disebut belum pernah mengunjungi Haiti sejak dipercaya menangani tim nasional tersebut.
Dukungan suporter diperkirakan akan menjadi salah satu faktor penting dalam pertandingan ini. Skotlandia akan mendapat sokongan dari ribuan pendukung setianya yang dikenal dengan sebutan Tartan Army. Namun Haiti juga berpotensi memperoleh atmosfer serupa karena Boston menjadi salah satu wilayah dengan populasi keturunan Haiti terbesar di Amerika Serikat.
Dengan besarnya arti tiga poin di laga pembuka, duel Skotlandia kontra Haiti diperkirakan berlangsung sengit sejak menit pertama. Hasil pertandingan ini bisa menjadi penentu arah perjuangan kedua tim sebelum menghadapi ujian yang lebih berat melawan Brasil dan Maroko di sisa fase grup.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....