Asian Games 2026, Panitia Janji Atasi Keluhan Akomodasi Atlet

  • 16 Sep 2026 11:36 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Persoalan tempat tinggal peserta menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi penyelenggara Asian Games ke-20 di Jepang. Panitia memastikan keluhan dari atlet dan ofisial terkait fasilitas akomodasi akan ditangani, menyusul kedatangan kapal pesiar Costa Serena di Nagoya, Selasa, 15 September 2026.

Dilansir dari Reuters, kapal berbendera Italia tersebut akan digunakan sebagai tempat menginap sekitar 4.000 atlet dan ofisial selama berlangsungnya pesta olahraga Asia. Costa Serena telah tiba di Nagoya pada Selasa pagi dan bersandar di kawasan Kinjo Pier.

Keputusan menggunakan kapal pesiar diambil setelah penyelenggara tidak membangun Kampung Atlet khusus seperti yang lazim digunakan dalam ajang olahraga internasional. Sebagai gantinya, peserta akan tersebar di sejumlah jenis tempat tinggal.

Sekitar 17.000 atlet dan ofisial dijadwalkan mengikuti Asian Games kali ini. Selain Costa Serena, panitia menyiapkan hotel, Airbnb, hingga bangunan berbentuk kontainer yang berada di kawasan pelabuhan Nagoya.

Presiden Aichi-Nagoya Asian Games, Hideaki Ohmura, menyambut kedatangan Costa Serena sebagai bagian dari konsep akomodasi yang berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya.

"Kami sangat senang menyambut 'hotel kapal' ini di dermaga Kinjo. Ini merupakan pertama kalinya di Jepang fasilitas semacam ini digunakan sebagai akomodasi dalam ajang olahraga internasional besar. Kami sangat gembira dapat menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional berskala besar dengan bentuk akomodasi inovatif ini."

Meski demikian, penggunaan akomodasi alternatif tersebut tidak sepenuhnya berjalan tanpa persoalan. Sejumlah media melaporkan keluhan atlet bola basket Korea Selatan mengenai ukuran tempat tidur di hunian bergaya kontainer yang disiapkan untuk sekitar 2.000 peserta.

Pihak pengelola akomodasi mengaku telah mengetahui berbagai persoalan yang disampaikan delegasi atlet. Manajer Akomodasi Asian Games, Yuta Matsuo, mengatakan panitia tidak hanya mencatat keluhan, tetapi juga mulai melakukan perbaikan.

"Kami sepenuhnya menyadari ketidakpuasan dan kekhawatiran yang disampaikan oleh delegasi atlet. Namun, kami tidak hanya mengakui persoalan tersebut. Kami sudah mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kondisi bagi para atlet, termasuk kondisi tempat tinggal mereka selama berada di sini."

Matsuo menjelaskan bahwa keberlanjutan menjadi dasar utama dalam perencanaan sistem akomodasi Asian Games. Walaupun konsep tersebut telah memperoleh persetujuan Komite Olimpiade Jepang, penyelenggara memahami bahwa masing-masing delegasi dapat memiliki kebutuhan yang berbeda.

Untuk memastikan persoalan dapat segera ditangani, panitia juga menyiapkan pusat layanan penghuni yang beroperasi sepanjang waktu. Fasilitas tersebut dapat digunakan atlet maupun ofisial untuk menyampaikan keluhan atau meminta bantuan ketika menghadapi masalah selama tinggal di lokasi akomodasi.

"Dengan cara ini, kami berupaya semaksimal mungkin memastikan para atlet tidak perlu terus-menerus merasa cemas atau khawatir dalam waktu yang lama," ujar Matsuo.

Terkait Costa Serena, Matsuo tidak menampik kemungkinan adanya kabin dengan ukuran yang relatif terbatas. Namun, ia meminta para penghuni melihat fasilitas kapal secara keseluruhan karena kapal menyediakan berbagai ruang bersama yang dapat digunakan untuk beraktivitas maupun beristirahat.

"Kami berharap para delegasi dapat mempertimbangkan fasilitas kapal dan berbagai pilihan untuk bersantai, dengan melihatnya secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada ukuran kabin," katanya.

Persoalan kapasitas akomodasi juga berkaitan dengan perubahan jumlah peserta. Panitia lokal sebelumnya memperkirakan hanya sekitar 15.000 atlet dan ofisial yang akan datang. Namun, jumlah tersebut bertambah setelah sejumlah cabang olahraga baru dimasukkan ke dalam program pertandingan.

Dalam pernyataan bersama Olympic Council of Asia atau OCA pada pekan sebelumnya, Komite Penyelenggara Aichi-Nagoya Asian Games menyebut jumlah peserta akhirnya dibatasi hingga 17.000 orang.

Panitia juga memastikan setiap peserta yang masuk dalam jumlah tersebut akan memperoleh tempat tinggal. Jaminan tersebut diberikan di tengah meningkatnya perhatian terhadap kapasitas akomodasi yang tersedia.

Selain masalah tempat tinggal, faktor cuaca turut memberikan tantangan bagi penyelenggara. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Nagoya pada pekan lalu menyebabkan ratusan atlet dan ofisial harus dievakuasi sementara dari tempat akomodasi mereka.

Situasi tersebut masih berpotensi terjadi karena hujan lebat disertai banjir bandang diperkirakan kembali melanda Nagoya pada Rabu.

Asian Games ke-20 secara resmi dibuka pada Sabtu melalui upacara pembukaan. Namun, pertandingan bola basket dan sepak bola telah lebih dahulu dimulai.

Penyelenggaraan tahun ini menjadi edisi ketiga Asian Games yang berlangsung di Jepang. Seluruh rangkaian kompetisi dijadwalkan berlangsung hingga 4 Oktober 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....