Kapal Pesiar Costa Serena Jadi Akomodasi Atlet Asian Games 2026
- 16 Sep 2026 11:32 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Kapal pesiar Costa Serena resmi tiba di Pelabuhan Nagoya, Jepang, Selasa, 15 September 2026, untuk digunakan sebagai salah satu tempat tinggal atlet dan ofisial selama penyelenggaraan Asian Games 2026.
Dilansir dari Reuters, kedatangan kapal berbendera Italia tersebut berlangsung ketika persoalan akomodasi masih menjadi perhatian peserta. Sejumlah delegasi sebelumnya menyampaikan keluhan mengenai keterbatasan kamar dan kondisi tempat tinggal yang disediakan panitia.
Costa Serena akan menampung sekitar 4.000 atlet dan ofisial selama Asian Games yang berlangsung hingga 4 Oktober. Kapal tersebut memiliki panjang sekitar 290 meter, bobot lebih dari 100.000 ton, serta dilengkapi sekitar 1.500 kabin.
Jumlah keseluruhan peserta Asian Games diperkirakan melampaui 17.000 atlet dan ofisial dari berbagai negara. Ajang tersebut dijadwalkan resmi dibuka pada Sabtu.
Selain kapal pesiar, penyelenggara menyediakan akomodasi berupa bangunan sementara dengan konsep kontainer serta kamar hotel. Pilihan tersebut merupakan bagian dari strategi menekan biaya penyelenggaraan.
Namun, kebijakan tersebut memunculkan kritik dari sejumlah delegasi. Pejabat Korea Selatan sebelumnya bahkan menyebut kamar kontainer sebagai "yang terburuk yang pernah ada". Mereka juga menyampaikan bahwa persoalan tempat tinggal dirasakan oleh seluruh tim yang mengikuti Asian Games.
Presiden panitia penyelenggara lokal, Hideaki Omura, memiliki pandangan berbeda terhadap konsep akomodasi tersebut. Ia menilai penggunaan fasilitas sementara dapat menjadi salah satu model penyelenggaraan kompetisi olahraga internasional dengan biaya yang lebih berkelanjutan.
"Ini adalah pertama kalinya di Jepang sebuah kapal pesiar digunakan sebagai akomodasi untuk ajang olahraga internasional berskala besar," kata Omura dalam seremoni penyambutan Costa Serena di Nagoya.
"Kami senang dapat menyediakan jenis akomodasi baru untuk acara berskala besar seperti ini."
Penggunaan kapal pesiar sebagai tempat menginap atlet memang pernah dilakukan dalam beberapa event olahraga internasional. Namun, skala pemanfaatannya pada Asian Games kali ini disebut belum pernah terjadi sebelumnya.
Keluhan juga datang dari delegasi Korea Selatan. Wakil Presiden Asosiasi Bola Basket Korea, Jung Jae-yong, mengatakan dirinya sangat kecewa dengan kondisi kabin yang ditempati tim bola basket putra negaranya.
Ia menyoroti ukuran tempat tidur yang dinilai terlalu kecil bagi atlet. Seorang pemain dari tim tersebut bahkan mengunggah rekaman di media sosial yang memperlihatkan wastafel bocor hingga membuat lantai kamar tempat tinggalnya basah.
Video tersebut disertai pesan singkat, "Tolong bantu kami".
Persoalan fasilitas menjadi semakin kompleks setelah hujan ekstrem melanda Nagoya pada pekan sebelumnya. Ratusan atlet sempat harus meninggalkan tempat tinggal mereka untuk sementara akibat hujan dengan curah yang mencapai rekor dan memicu banjir.
Delegasi Soroti Ketersediaan Kamar
Masalah bukan hanya berkaitan dengan kondisi fasilitas. Ketersediaan kamar juga menjadi persoalan yang disoroti sejumlah delegasi.
Seorang pejabat Komite Olimpiade Korea Selatan menyebut negaranya menghadapi "kekurangan yang serius" dalam penyediaan kamar. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak hanya dialami Korea Selatan.
"Kekhawatiran mengenai akomodasi telah disampaikan oleh seluruh perwakilan dari 45 negara yang berkompetisi dalam ajang ini," kata pejabat Komite Olahraga dan Olimpiade Korea Selatan kepada AFP, Selasa.
"Setiap negara yang terlibat kini bekerja sama untuk menyelesaikan masalah tersebut."
Pejabat olahraga Taiwan juga mengungkapkan adanya "kekurangan tempat tidur secara umum" selama penyelenggaraan Asian Games.
Di sisi lain, Presiden Komite Olimpiade Filipina Abraham Tolentino mengatakan seluruh atlet dari negaranya telah mendapatkan kamar.
Meski demikian, kondisi berbeda dialami sebagian ofisial. Beberapa pelatih dan ofisial Filipina harus ditempatkan di hotel lain maupun penginapan melalui Airbnb.
Kehadiran Costa Serena diharapkan dapat menjadi alternatif untuk mengurangi tekanan terhadap kebutuhan akomodasi peserta. Penyelenggara tetap menghadapi tantangan cuaca karena Asian Games digelar ketika Jepang memasuki periode musim topan.
Kapal tersebut sebelumnya disewa panitia dengan biaya sekitar 4,5 miliar yen atau sekitar 28 juta dolar AS.
Costa Serena juga memiliki keterkaitan dengan Costa Concordia karena keduanya merupakan kapal saudara. Costa Concordia tenggelam di lepas pantai Tuscany pada 2012 dan insiden tersebut menewaskan 32 orang.
Kapten Costa Serena, Federico Sias, berharap para atlet dan tamu yang tinggal di kapal tersebut memperoleh pengalaman yang aman dan nyaman selama berada di Nagoya.
"Kami berharap para atlet mendapatkan masa tinggal yang nyaman, aman, dan berkesan," ujar Sias.
Ia menilai fungsi kapal selama Asian Games tidak sekadar menjadi tempat persinggahan bagi para peserta dari berbagai negara.
"Hari ini, kapal kami menjadi lebih dari sekadar destinasi."
"Ini menjadi rumah tempat para atlet dan tamu dari seluruh Asia dapat berkumpul dalam semangat persahabatan, saling menghormati, dan persatuan."
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....