Rumah Layak, Harapan Baru bagi Keluarga Nur Hayati

  • 23 Agt 2026 09:41 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Sebuah rumah mungkin cukup terlihat sekedar bangunan fisik saja. Nyatanya tidak sekedar demikian, rumah menjadi ruang untuk tumbuh yang memberikan rasa hadirnya kehidupan, rasa aman dan ketenteraman secara emosional, psikologis, dan spiritual bagi orang tua dan anak untuk tumbuh.

Bagi keluarga, rumah adalah tempat untuk memenuhi seluruh rasa, anak-anak dapat tumbuh, di setiap ruang rumah dengan menaruh harapan tentang masa depan mereka. Karena itu, menghadirkan hunian yang layak dan sehat menjadi bagian penting dalam upaya membangun keluarga yang berkualitas. Semangat itulah yang hadir dalam penyerahan bantuan Rumah Layak Huni (RLH) melalui Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) di Kampung Belian, Kecamatan Batam Kota pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Dukungan aktif dari pihak Medical Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, sebuah keluarga memperoleh bantuan untuk memperbaiki sebagian rumah yang menjadi kebutuhan penting, khususnya toilet dan dapur, agar lingkungan tempat tinggal menjadi lebih layak dan sehat.

Bantuan memang terwujud pada perbaikan fisik rumah. Namun tujuan di baliknya adalah, kepedulian terhadap kesehatan keluarga, tumbuh kembang anak, serta upaya menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi keluarga yang membutuhkan.

Hari itu, keluarga Nur Hayati (37), seorang ibu dengan tujuh anak telah tinggal di rumah tersebut selama kurang lebih empat tahun. Kesehariannya, ia bekerja sebagai pemulung dengan penghasilan yang tidak menentu untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Kini, rumah yang menjadi tempat ia dan anak-anaknya menjalani kehidupan mendapat perhatian dari pemerintah dan peran perusahan dalam bedah rumah layak huni berupa bantuan fisik kepada keluarga berisiko stunting.

Bagi Nur Hayati, bantuan tersebut bukan sekadar perubahan pada bangunan, tetapi sebuah bentuk kepedulian yang membuatnya merasa tidak sendiri.

“Saya tidak bisa berkata apa-apa, hanya rasa syukur. Terima kasih untuk semuanya yang sudah peduli kepada saya beserta keluarga. Saya sangat senang. Alhamdulillah,” tutur Nur Hayati.

Ia juga berharap, semoga kepada seluruh pihak yang telah membantu diberi kesehatan, sukses dengan dipermudah untuk segala urusannya. Peletakan batu pertama menandai mulainya renovasi rumah, dengan dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau, Victor Palimbong, bersama jajaran. Turut hadir mewakili Kapolda Kepulauan Riau, Dirbinmas Kombespol Dr. Donny Sardo Lumbantoruan, S.H., S.I.K., M.I.K., dan Kabiddokes Dr. dr. Syahrul, Sp.Rad., M.Kes., QHIA, Perangkat kecamatan, kelurahan serta Rukun Tangga dan Warga setempat. Dari Patra Niaga, hadir Area Manager Medical Sumbagut, Officer I Medical Services dr. Gama Mahardika, M.H.Kes., AIFO-K.

Dukungan Patra Niaga berawal dari kepedulian terhadap masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan, termasuk keluarga penerima manfaat yang tinggal di sekitar kantor Patra Niaga di Jalan Raja Isa, Batam. Setelah melihat kondisi rumah, bantuan difokuskan pada perbaikan toilet dan dapur yang membutuhkan peningkatan, terutama dari sisi sanitasi. Kondisi rumah yang lebih baik diharapkan dapat mendukung kesehatan serta tumbuh kembang keluarga.

Bagi PT Pertamina Patra Niaga, kepedulian tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan bantuan dan pembinaan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa upaya membangun keluarga berkualitas tidak dapat dilakukan sendiri. Pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pihak dapat bersama-sama menghadirkan dukungan yang menyentuh kebutuhan nyata bagi keluarga.

“Kami harus perduli, terhadap persoalan sosial. Dari kami juga memiliki fungsi CSR tersendiri yang memang fokus untuk memberikan bantuan dan pembinaan kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan,” jelas Dokter Gama saat ditemui.

Bagi keluarga Nur Hayati, perubahan itu mungkin dimulai dari toilet dan dapur yang diperbaiki. Namun, maknanya jauh lebih besar sebuah rumah yang lebih layak, di lingkungan yang lebih sehat, dan harapan agar tujuh anaknya dapat tumbuh dengan lebih baik. Karena ketika sebuah rumah dibuat lebih layak, yang dibangun bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan harapan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....