Gandeng Riot Games, Kemenekraf Dorong Penguatan Ekosistem Esports Indonesia
- 15 Mei 2026 10:18 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Industri esports di Indonesia dinilai memiliki prospek besar untuk terus berkembang dan memberi dampak ekonomi yang luas. Karena itu, Kementerian Ekonomi Kreatif mulai membuka peluang kerja sama strategis dengan Riot Games guna memperkuat ekosistem esports nasional dari berbagai sektor pendukung.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa perkembangan industri gim saat ini tidak lagi sebatas hiburan digital, melainkan sudah menjadi ruang yang menghubungkan kreativitas, teknologi, budaya, hingga peluang ekonomi baru.
“Gim hari ini bukan hanya produk hiburan, tetapi juga platform yang menghubungkan budaya, teknologi, kreativitas, dan peluang ekonomi. Indonesia memiliki ekosistem gim yang sangat besar dan dinamis. Generasi muda kita tidak hanya aktif sebagai pemain, tetapi juga sebagai kreator, streamer, esports talent, event organizer, musisi, hingga pengembang gim,” ujar Teuku Riefky saat audiensi bersama jajaran Riot Games di Gedung Autograph Tower Thamrin Nine, Jakarta, Kamis (14/5).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah peluang pengembangan industri esports nasional, mulai dari pembinaan talenta digital kreatif hingga kemungkinan menghadirkan turnamen esports berskala regional dan internasional di Indonesia. Pemerintah juga menilai Riot Games telah memiliki hubungan kuat dengan anak muda Indonesia lewat gim populer seperti VALORANT dan League of Legends.
Selain membahas kompetisi esports berjenjang dari daerah hingga nasional, diskusi itu turut menyinggung peningkatan kualitas tim esports Indonesia agar mampu bersaing di level global. Peluang kerja sama dengan pengembang gim lokal juga menjadi perhatian, termasuk dalam aspek pendanaan, layanan outsourcing, hingga penerbitan gim karya anak bangsa.
Kementerian Ekraf juga mendorong keterlibatan kreator lokal dalam berbagai program dan aktivasi Riot Games di Indonesia. Ruang kolaborasi tersebut mencakup subsektor musik, ilustrasi, seni visual, fesyen, sampai pengembangan intellectual property lokal.
“Kami melihat esports memiliki dampak ekonomi yang besar terhadap berbagai sektor, mulai dari industri kreatif, produksi acara, pariwisata, hingga penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda. Karena itu, Indonesia perlu mengambil peluang ini secara serius dan terukur,” kata Teuku Riefky.
Selain itu, kedua pihak juga menjajaki kemungkinan kerja sama dalam ajang World Conference on Creative Economy 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Oktober mendatang. Acara internasional tersebut nantinya akan menghadirkan berbagai pembahasan ekonomi kreatif dunia, termasuk subsektor gim dan konten digital melalui program Screenverse.
Dalam kesempatan yang sama, Head of VALORANT Esports Product Riot Games, Jake Sin, menyebut Indonesia sebagai salah satu pasar penting dalam perkembangan ekosistem VALORANT kawasan Asia Pasifik. Ia menilai komunitas dan performa tim esports Indonesia menunjukkan potensi besar untuk tampil lebih dominan di panggung internasional.
“Indonesia merupakan salah satu region terkuat di VALORANT APAC saat ini. Kami ingin membuka jalur kompetitif yang lebih luas agar talenta Indonesia memiliki akses menuju panggung internasional dan global,” ujar Jake Sin.
Riot Games juga memaparkan rencana pengembangan Valorant Champions Tour (VCT) di kawasan Asia Pasifik, termasuk pembentukan jalur kompetisi profesional independen khusus Indonesia mulai tahun 2027. Selain itu, Indonesia juga berpeluang menjadi tuan rumah turnamen tingkat APAC pada 2028 mendatang.
Pertemuan tersebut ditutup dengan rencana pembentukan tim kecil dari kedua pihak guna menindaklanjuti berbagai peluang kolaborasi jangka pendek hingga panjang dalam pengembangan industri esports dan ekonomi kreatif digital nasional..
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....