TNI Kerahkan 1.201 Personel dan 29 Alutsista Tangani Gempa NTT

  • 19 Agt 2026 12:19 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus mengoptimalkan penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga hari ketiga penanganan, Senin 17 Agustus 2026, sebanyak 1.201 personel dan 29 unit alat utama sistem persenjataan (alutsista) telah dikerahkan untuk mendukung proses evakuasi, mobilitas personel, distribusi bantuan, serta pelayanan kepada masyarakat terdampak.

Dari total 29 unit alutsista tersebut, sebanyak sembilan unit telah digerakkan ke wilayah terdampak, sedangkan 20 unit lainnya masih disiagakan untuk mendukung kebutuhan operasi kemanusiaan. Pengerahan kekuatan ini menjadi bagian dari upaya TNI memastikan bantuan dan personel dapat menjangkau wilayah yang mengalami kerusakan maupun kendala akses akibat gempa.

Selain mengerahkan personel dan alutsista, TNI juga mempercepat distribusi bantuan kemanusiaan. Hingga hari ketiga, total bantuan yang telah dikirim mencapai 122,232 ton, termasuk tambahan 61,347 ton. Sebagian bantuan tersebut berasal dari Kementerian Pertahanan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana.

Gempa kuat yang mengguncang wilayah Flores, NTT, pada 15 Agustus 2026 menyebabkan kerusakan di sejumlah daerah dan mendorong warga mengungsi. BMKG mencatat aktivitas gempa susulan masih terjadi setelah gempa utama, sehingga masyarakat diimbau tetap waspada, terutama terhadap bangunan yang mengalami kerusakan.

Dalam penanganan darurat, TNI tidak bekerja sendiri. Pengerahan kekuatan dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta berbagai instansi terkait di wilayah terdampak. Sinergi tersebut diperlukan agar proses pencarian dan pertolongan, pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan pengungsi, serta distribusi logistik dapat berjalan secara terpadu.

BNPB juga mempercepat pengiriman bantuan melalui jalur udara dan laut untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat. Dalam tiga hari masa tanggap darurat, BNPB telah mengirimkan lebih dari 101 ton logistik melalui jalur udara, menunjukkan besarnya kebutuhan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak.

TNI memastikan pengerahan personel, alutsista, dan bantuan akan terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan. Langkah tersebut diarahkan untuk mempercepat penanganan darurat sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dan memulihkan kondisi pascabencana. Pemerintah dan seluruh unsur terkait juga terus melakukan pendataan kerusakan serta memperkuat koordinasi agar proses pemulihan di NTT dapat berlangsung secara cepat dan terarah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....