TNI AU Kirim 33,7 Ton Bantuan Pascagempa NTT via A400M dan C-130J TNI
- 17 Agt 2026 12:56 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - TNI Angkatan Udara (TNI AU) kembali mengerahkan pesawat angkut untuk mempercepat penanganan pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 33,7 ton bantuan diberangkatkan dari Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Labuan Bajo dan Maumere, Minggu 16 Agustus 2026.
Pengiriman bantuan tersebut menggunakan dua pesawat angkut strategis, yakni Airbus A400M dan C-130J Super Hercules. Pesawat Airbus A400M membawa bantuan dengan total berat 20.227 kilogram menuju Labuan Bajo, sedangkan C-130J Super Hercules mengangkut 13.500 kilogram bantuan menuju Maumere.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, S.T., M.M., mengatakan pengerahan pesawat angkut dilakukan untuk mempercepat distribusi bantuan kepada masyarakat yang terdampak gempa di sejumlah wilayah NTT.
“Pengiriman melalui jalur udara diharapkan dapat mempercepat bantuan tiba di wilayah terdampak, sehingga dapat segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar I Nyoman Suadnyana.
Penggunaan jalur udara menjadi bagian penting dalam penanganan situasi pascabencana, terutama ketika akses transportasi darat maupun laut membutuhkan waktu lebih lama. Dengan kemampuan angkut dan jangkauan yang dimiliki, A400M dan C-130J Super Hercules dapat membantu memobilisasi bantuan dalam jumlah besar menuju wilayah yang membutuhkan.
Bantuan yang dikirim melalui operasi tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan masyarakat terdampak sekaligus memperkuat proses pemulihan pascagempa. Koordinasi antara TNI, pemerintah daerah, dan unsur terkait menjadi penting agar bantuan yang tiba dapat segera didata, didistribusikan, dan diterima oleh warga secara tepat sasaran.
Pengerahan pesawat angkut TNI AU ini juga menunjukkan dukungan unsur pertahanan dalam penanggulangan bencana di Indonesia. Selain mengutamakan kecepatan distribusi logistik, operasi kemanusiaan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi selama proses penanganan dan pemulihan berlangsung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....