Mengudara di Batam Menyapa, BKKBN Kepri Gaungkan Pentingnya Peran Ayah
- 30 Jul 2026 14:24 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Peran ayah dalam keluarga tidak cukup hanya sebagai pencari nafkah. Kehadiran ayah dalam pengasuhan, komunikasi, dan tumbuh kembang anak menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan keluarga serta menyiapkan generasi masa depan.
Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN) Kepulauan Riau, Victor Palimbong, saat menjadi narasumber dalam dialog Batam Menyapa dengan topik “Harganas 2026: Peran Ayah, Fondasi Masa Depan Anak”, Kamis pagi, 30 Juli 2026.
Dalam dialog tersebut, Dokter Victor menyoroti fenomena fatherless atau kondisi ketika anak tumbuh tanpa kehadiran sosok ayah. Menurutnya, persoalan tersebut bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga menjadi perhatian di berbagai negara.
Dokter Victor menjelaskan, keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang menjadi fondasi bagi tumbuhnya sebuah bangsa. Karena itu, pengasuhan anak tidak semestinya hanya dibebankan kepada ibu.
“Anak ini tidak hanya membutuhkan ibu dengan ayah yang cuma sekadar mencari nafkah, tapi juga bagaimana ayah hadir dalam tumbuh kembangnya,” ujar Dokter Victor.
Ia menegaskan, keterlibatan ayah tidak selalu membutuhkan waktu yang panjang. Di tengah kesibukan pekerjaan, seorang ayah tetap dapat menyediakan waktu yang singkat tetapi berkualitas untuk anak.
Salah satu cara sederhana yang disarankannya adalah kembali menghadirkan meja makan keluarga sebagai ruang komunikasi.
Menurut Dokter Victor, makan bersama dapat menjadi kesempatan bagi orang tua untuk mendengarkan cerita anak, memberikan nasihat, memberikan apresiasi, sekaligus membangun kedekatan emosional.
“Waktu sedikit saja yang penting berkualitas,” katanya.
Penguatan peran ayah juga dinilai memiliki kaitan dengan upaya pencegahan stunting. Dokter Victor menjelaskan, stunting tidak hanya berkaitan dengan persoalan gizi, tetapi juga kesehatan dan pola pengasuhan.
Menurutnya, pola pengasuhan yang baik akan membantu keluarga memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi sekaligus mencegah terjadinya infeksi berulang.
“Kalau pengasuhannya baik, saya yakin stunting kita akan turun lebih daripada yang kita targetkan,” katanya.
Dalam dialog tersebut, Dokter Victor menjelaskan bahwa BKKBN terus mendorong keterlibatan ayah melalui berbagai program dan kelompok kegiatan yang menjangkau keluarga pada seluruh tahapan kehidupan.
Salah satunya melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia, yang mendorong ayah untuk lebih aktif dalam kehidupan anak. Keterlibatan tersebut tidak hanya diwujudkan melalui gerakan ayah mengambil rapor maupun mengantar anak pada hari pertama sekolah, tetapi juga melalui pengasuhan sehari-hari.
BKKBN juga mendorong keterlibatan ayah dalam program keluarga berencana. Dalam rangkaian Harganas 2026, BKKBN Kepri turut melaksanakan pelayanan KB gratis, termasuk mendorong partisipasi pasangan dalam program KB pascapersalinan.
Menutup dialog, Dokter Victor mengajak masyarakat memulai penguatan keluarga dari lingkungan paling kecil, yakni keluarga sendiri.
Menurutnya, membangun generasi emas tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar. Kebiasaan sederhana di dalam keluarga justru dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten.
“Unit terkecil yaitu keluarga. Mari kita kembalikan delapan fungsi keluarga,” katanya.
Ia kembali menekankan pentingnya menghadirkan waktu bersama keluarga, salah satunya dengan kembali ke meja makan.
“Kembali ke meja makan adalah suatu hal kecil, suatu tindakan kecil, yang akan bermanfaat, sangat-sangat bermanfaat, untuk generasi kita, anak-anak kita ke depannya, dalam menyambut Generasi Emas 2045,” ujar Dokter Victor.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....