Perkuat Peran Ayah, BKKBN Kepri Ikuti Kick Off Kelas Ayah Idaman

  • 02 Jul 2026 14:32 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Kick Off Kelas Ayah Idaman (AMAN) diselenggarakan secara nasional oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Rabu, 1 Juli 2026. BKKBN Kepri mengikuti secara daring melalui zoom meeting di Praktik Mandiri Bidan (PMB) Puji, Bengkong Baru, Kota Batam, dan diikuti oleh OPD KB Kota Batam, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI), penduduk setempat terdiri dari ibu nifas beserta suami, pasangan ibu hamil beserta suami, tenaga kesehatan dan Penyuluh KB.

Mengusung tema "Ayah Peduli, Ibu Terlindungi, KB Pascapersalinan Semakin Pasti", kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan keterlibatan ayah sejak masa kehamilan, persalinan, pascapersalinan hingga pengasuhan anak. Program tersebut juga mendukung peningkatan pemanfaatan Keluarga Berencana Pascapersalinan (KBPP) sebagai upaya menjaga kesehatan ibu dan bayi serta mewujudkan keluarga yang berkualitas.

Dalam sambutannya, Deputi Bidang Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Kemendukbangga/BKKBN, Dr. Drs. Wahidin, M.Kes., yang mewakili Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, menyampaikan bahwa keterlibatan suami menjadi faktor penting dalam keberhasilan program KB pascapersalinan.

Berdasarkan Pendataan Keluarga Tahun 2025, penolakan suami atau keluarga masih menjadi salah satu penyebab kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi, dengan proporsi mencapai 12,2 persen. Sementara itu, Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 menunjukkan 27,7 persen perempuan yang tidak menggunakan kontrasepsi setelah melahirkan menyebut tidak memperoleh izin dari suami atau keluarga.

"Oleh karena itu, melakukan edukasi kepada ibu saja tidak cukup. Kita juga harus memastikan bahwa suami mendapatkan dan memahami informasi yang benar tentang KB, mengetahui risiko kehamilan yang terlalu dekat, serta memahami bahwa menjaga jarak kelahiran merupakan bagian dari upaya melindungi keselamatan ibu dan bayi," ujar Wahidin.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), dr. Ulul Albab, Sp.OG, menjelaskan bahwa peran ayah tidak hanya dibutuhkan saat istri hamil, tetapi juga sebelum kehamilan, saat persalinan, hingga dalam pengambilan keputusan terkait penggunaan kontrasepsi pascapersalinan.

"Suami yang peduli akan menjadi pendukung utama bagi istri, mulai dari mencari informasi, merencanakan jarak kehamilan, mendukung penggunaan kontrasepsi, berbagi tanggung jawab, hingga menjadi pengambil keputusan bersama. Dukungan suami merupakan kekuatan bagi istri," jelasnya.

Melalui Kelas Ayah Idaman, Ilham Puji Hardiyani, S. Keb memberikan edukasi mengenai pendampingan selama kehamilan, pentingnya KB pascapersalinan, pemberian ASI, pengasuhan anak, serta pembagian peran suami dan istri dalam membangun keluarga yang sehat dan harmonis secara langsung kepada peserta.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran par ayah untuk terlibat aktif dalam setiap tahapan kehidupan keluarga. Kehadiran ayah yang mendukung sejak masa kehamilan hingga pengasuhan anak merupakan investasi penting dalam membangun keluarga berkualitas serta mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, tangguh, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....