Wamenhan Dorong Kepemimpinan Strategis Nasional Indonesia

  • 07 Feb 2026 15:06 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menjadi pembicara pada Mata Garuda LPDP Leadership Forum yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (6/2). Dalam paparan bertajuk Strategic Leadership Dialogue, Wamenhan menekankan kuatnya keterkaitan antara ketahanan nasional dan kepemimpinan strategis di tengah dinamika polarisasi global, kompetisi geopolitik, serta ketidakpastian lingkungan strategis internasional.

Wamenhan menegaskan bahwa Pancasila dan UUD 1945 merupakan fondasi utama dalam merumuskan arah kebijakan nasional, termasuk di bidang pertahanan, keamanan, dan diplomasi. Politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif diposisikan sebagai pijakan strategis untuk menjaga kedaulatan, memperluas kerja sama internasional, sekaligus memastikan kepentingan nasional tetap terjaga di tengah rivalitas kekuatan besar dunia.

Dalam forum yang dihadiri para awardee LPDP dan pemimpin muda lintas sektor tersebut, Wamenhan juga menggarisbawahi pentingnya kepemimpinan adaptif yang berorientasi pada solusi, kolaboratif, serta berbasis nilai kebangsaan. Menurutnya, tantangan ke depan tidak hanya bersifat militer, tetapi juga non-militer seperti ancaman siber, disinformasi, krisis iklim, kerentanan rantai pasok global, hingga ketahanan ekonomi dan pangan. Karena itu, pendekatan whole-of-nation atau keterlibatan seluruh elemen bangsa menjadi kebutuhan mutlak.

Optimalisasi seluruh potensi nasional—mulai dari sumber daya manusia unggul, kekuatan ekonomi, inovasi teknologi, hingga diplomasi pertahanan—ditekankan sebagai kunci memperkuat daya tangkal (deterrence) dan resiliensi nasional. Penguatan persatuan, nasionalisme, serta kohesi sosial juga dinilai krusial untuk menjaga stabilitas dalam negeri sebagai fondasi menuju Indonesia Maju dan visi Indonesia Emas 2045.

Forum Mata Garuda LPDP ini menjadi ruang strategis untuk menumbuhkan jejaring kepemimpinan masa depan yang berintegritas dan berwawasan kebangsaan. Melalui dialog kepemimpinan strategis, para penerima beasiswa didorong untuk berkontribusi nyata di sektor masing-masing, mengintegrasikan kompetensi global dengan nilai-nilai Pancasila, serta mengambil peran aktif dalam pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....