C-130 Hercules TNI AU Angkut Prajurit Pemulihan Bencana

  • 21 Des 2025 18:56 WIB
  •  Batam

KBRN, Batam: TNI Angkatan Udara terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan pemulihan pascabencana di berbagai wilayah Indonesia. Melalui optimalisasi mobilitas udara, TNI AU memastikan pengerahan personel dan logistik dapat dilakukan secara cepat, efektif, dan menjangkau daerah-daerah terdampak yang membutuhkan penanganan segera.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pengerahan pesawat angkut C-130 Hercules untuk mengangkut ratusan prajurit Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur), Jumat (19/12/2025). Langkah ini menjadi bagian dari sinergi TNI dalam mendukung upaya pemerintah memulihkan kondisi pascabencana secara menyeluruh.

Sebanyak 400 prajurit Yonzipur diberangkatkan menggunakan pesawat C-130 Hercules dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. Penggunaan pesawat angkut strategis ini memungkinkan perpindahan pasukan dalam jumlah besar dengan waktu yang relatif singkat.

Ratusan prajurit tersebut berasal dari Yonzipur 10/JP/2 Kostrad dan Yonzipur 5/ABW Kodam V/Brawijaya. Mereka diterbangkan menuju Lanud Soewondo, Medan, serta Bandara Malikussaleh, Aceh, sebagai titik awal pergerakan menuju wilayah-wilayah penugasan yang terdampak bencana.

Setibanya di daerah tujuan, pasukan Yonzipur selanjutnya akan digerakkan ke berbagai lokasi sesuai kebutuhan di lapangan. Penugasan ini disesuaikan dengan tingkat kerusakan infrastruktur dan urgensi pemulihan di masing-masing wilayah terdampak.

Di wilayah penugasan, prajurit Yonzipur akan difokuskan pada pemulihan aksesibilitas dan perbaikan infrastruktur dasar yang mengalami kerusakan. Peran ini dinilai krusial untuk mendukung kelancaran distribusi bantuan serta aktivitas masyarakat pascabencana.

Dengan kemampuan khusus di bidang konstruksi dan teknik, pasukan zeni disiapkan untuk melaksanakan pembersihan puing-puing, membuka jalur transportasi yang terputus, serta membangun fasilitas sementara seperti jembatan darurat dan tempat penampungan warga.

Pesawat C-130 Hercules sendiri merupakan tulang punggung angkutan udara TNI AU dalam berbagai operasi, baik militer maupun kemanusiaan. Kemampuannya mengangkut personel dan peralatan berat menjadikannya andalan dalam mendukung operasi tanggap darurat bencana di Indonesia.

Melalui pengerahan ini, TNI AU kembali menegaskan perannya tidak hanya sebagai kekuatan pertahanan udara, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam misi kemanusiaan. Sinergi udara dan darat diharapkan mampu mempercepat pemulihan wilayah terdampak serta membantu masyarakat kembali beraktivitas secara normal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....