TNI AL Gagalkan Penyelundupan Timah Selamatkan Triliunan Rupiah

  • 15 Mei 2026 19:25 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut atau TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan maritim dan melindungi sumber daya alam nasional dari aktivitas ilegal. Melalui operasi gabungan bersama Satintelmar Pusintelal, Kodaeral III, Kodaeral IV, Kodaeral I, dan BAIS TNI, aparat berhasil menggagalkan distribusi ilegal pasir timah di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Jakarta Utara, pada awal Mei 2026. Operasi tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menekan praktik penyelundupan yang merugikan negara.

Keberhasilan operasi keamanan laut itu diumumkan dalam konferensi pers hasil Operasi Keamanan Laut dan Penegakan Hukum TNI AL yang dipimpin Panglima Komando Armada Republik Indonesia, Denih Hendrata, di Jakarta, Selasa 12 Mei 2026. Kegiatan tersebut turut dihadiri Menkopolkam Djamari Chaniago, akademisi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Profesor Dr. KH. Achmad Tjahja Nugraha, serta sejumlah pejabat TNI, Polri, dan awak media nasional.

Dalam keterangannya, Pangkoarmada RI mengapresiasi seluruh prajurit TNI AL dan instansi terkait yang telah bersinergi menjaga keamanan wilayah perairan Indonesia. Menurutnya, kerja sama lintas lembaga menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengawasan laut, khususnya di jalur-jalur strategis nasional yang rawan digunakan untuk aktivitas penyelundupan dan tindak pidana lintas negara.

Pangkoarmada RI juga memaparkan hasil operasi keamanan laut sepanjang 2025 hingga Mei 2026. Berdasarkan analisis peta kerawanan, wilayah laut Indonesia masih menghadapi ancaman serius berupa perdagangan ilegal, penyelundupan narkotika, illegal fishing, illegal mining, penyelundupan bahan bakar minyak, tindak pidana perdagangan orang, hingga berbagai kejahatan maritim lainnya yang terus berkembang mengikuti dinamika global.

Sepanjang tahun 2025, Koarmada RI dan jajaran berhasil menggagalkan berbagai aksi penyelundupan dengan nilai kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp14,7 triliun. Selain itu, operasi keamanan laut tersebut juga disebut mampu melindungi lebih dari 24,5 juta jiwa dari ancaman narkotika dan kejahatan transnasional lainnya yang berpotensi merusak generasi bangsa.

Aktivitas penyelundupan pasir timah sendiri dinilai menjadi ancaman serius bagi perekonomian dan lingkungan. Pasir timah merupakan komoditas strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan industri elektronik hingga manufaktur global. Praktik distribusi ilegal tidak hanya menyebabkan kerugian negara dari sisi pendapatan, tetapi juga berpotensi merusak ekosistem pesisir akibat penambangan yang tidak terkendali.

TNI AL menegaskan akan terus memperkuat patroli laut, pengawasan intelijen, serta koordinasi dengan berbagai instansi guna menjaga kedaulatan maritim Indonesia. Langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperketat pengamanan wilayah laut nasional agar terbebas dari berbagai aktivitas ilegal yang mengancam stabilitas ekonomi, keamanan, dan kelestarian sumber daya alam Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....