Kepri Borong 5 Penghargaan Nasional Pengasuhan Anak 2025
- 09 Des 2025 08:09 WIB
- Batam
KBRN, Jakarta: Provinsi Kepulauan Riau kembali mencatat prestasi gemilang dalam Apresiasi Program Pengasuhan Anak Usia Dini 2025 yang diselenggarakan Kemendukbangga/BKKBN di Jakarta, Senin (8/12/2025). Ajang nasional yang digelar secara hybrid ini diikuti lebih dari 1.000 peserta dari pemerintah daerah, akademisi, organisasi profesi, hingga para kader dan penyuluh dari seluruh Indonesia.
Kegiatan apresiasi tersebut digelar untuk memperkuat ekosistem pengasuhan anak usia dini di tengah berbagai tantangan sosial modern. Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menegaskan bahwa pola pengasuhan adaptif kini menjadi kebutuhan mendesak.
“Pengasuhan anak usia dini adalah fondasi masa depan bangsa. Karena itu seluruh upaya harus memastikan keluarga memperoleh dukungan yang tepat, konsisten, dan relevan dengan tantangan zaman,” ujarnya dalam sambutannya.
Di antara berbagai apresiasi yang diberikan, Kepri berhasil membawa pulang lima penghargaan penting. Salah satu yang paling prestisius adalah penghargaan Perwakilan dengan tingkat kelulusan terbaik Standardisasi Kompetensi Fasilitator Purwa 2025 yang diraih Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau, Rohina, M.Si. Ia menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa Kepri berkomitmen penuh meningkatkan kapasitas penyuluh dalam pengasuhan anak usia dini. Kami akan terus memperkuat pendampingan kepada keluarga di seluruh wilayah,” ujarnya.
Penghargaan serupa pada tingkat organisasi profesi diraih Dody Gunawan Supriyadi, Ketua DPD IPeKB Kepulauan Riau, sebagai DPD IPeKB Provinsi dengan tingkat kelulusan terbaik pada standardisasi kompetensi yang sama. Dody dinilai berhasil mendorong anggotanya meningkatkan kompetensi dalam pendampingan pengasuhan.
Selain itu, Vista Meitina, Penyuluh KB Provinsi Kepulauan Riau, meraih predikat Peserta dengan nilai kelulusan terbaik pada Standardisasi Kompetensi Fasilitator Tingkat Purwa Tahun 2025. Prestasi ini menunjukkan kualitas SDM penyuluh Kepri yang terus berkembang.
Kepri juga meraih penghargaan pada kategori desa/kelurahan melalui Adnan, Kepala Desa/Lurah Matak di Kecamatan Kute Siantan, Kepulauan Anambas. Wilayah tersebut berhasil mencapai 100 persen kehadiran keluarga anggota dan bukan anggota BK dalam pertemuan program pada periode Juli–September 2025, sebuah capaian yang dinilai luar biasa dalam konsolidasi pemberdayaan keluarga.
Prestasi kelima diraih Yuniarni, kader BKB dari Desa Singkep Baat, Kabupaten Lingga, yang dinobatkan sebagai Peserta Terbaik Nasional TAMASYA di KERABAT Tahun 2025. Dedikasinya dalam menggerakkan kegiatan pengasuhan dan pemberdayaan keluarga dinilai memberikan dampak signifikan di tingkat desa.
Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga, Nopian Andusti, S.E., M.T., menegaskan bahwa ajang apresiasi ini menjadi wadah penting untuk mempercepat replikasi praktik baik lintas daerah. Ia menekankan bahwa Kepri adalah salah satu daerah yang menunjukkan konsistensi kuat dalam implementasi program pengasuhan, meski tidak memberikan kutipan langsung pada kegiatan tersebut.
Rangkaian penghargaan yang diraih Kepulauan Riau menegaskan posisi daerah ini sebagai salah satu yang paling progresif dalam penguatan program pengasuhan anak usia dini. Keberhasilan tersebut mencerminkan kualitas SDM, kolaborasi lintas sektor, serta komitmen kuat dalam meningkatkan ketahanan keluarga.
Dengan menyabet lima penghargaan nasional sekaligus, Kepri tidak hanya membanggakan daerah, tetapi juga memberikan kontribusi penting terhadap upaya nasional membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter melalui pengasuhan yang berkualitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....