Cara Menyimpan Bubur Sumsum Agar Tidak Cepat Basi dan Tetap Lezat
- 31 Agt 2026 08:22 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, BATAM - Bubur sumsum merupakan salah satu kuliner tradisional berbahan dasar tepung beras dan santan yang digemari berbagai kalangan. Namun, karena mengandung kadar air yang tinggi dan olahan santan, makanan ini tergolong sangat rentan basi dan berubah rasa jika tidak disimpan dengan benar.
Para ahli kuliner dan keamanan pangan membagikan sejumlah langkah efektif dalam mengolah serta menyimpan bubur sumsum agar daya simpannya lebih tahan lama tanpa merusak tekstur maupun aromanya.
Cara Menyimpan Bubur Sumsum yang Benar
Pisahkan Bubur dan Kuah Gula Merah
Aturan paling utama dalam menyimpannya adalah memisahkan adonan bubur putih dengan kuah gula merah. Mencampur keduanya sejak awal akan mempercepat proses fermentasi alami pada santan dan gula, yang membuat bubur cepat berair dan basi.
Dinginkan Sebelum Dimasukkan ke Wadah Tertutup
Jangan pernah memasukkan bubur sumsum yang masih panas langsung ke dalam wadah tertutup atau lemari es. Uap air yang terperangkap pada tutup wadah akan menetes kembali ke atas bubur dan memicu pertumbuhan mikroba. Biarkan bubur dingin di suhu ruang terlebih dahulu.
Gunakan Wadah Kedap Udara
Setelah mencapai suhu ruang, pindahkan bubur sumsum ke wadah plastik atau kaca yang kedap udara. Hal ini bertujuan untuk mencegah kontaminasi bakteri dari luar serta menjaga agar bubur tidak menyerap aroma makanan lain di dalam kulkas.
- Simpan di Dalam Lemari Es
Bubur sumsum yang disimpan di dalam kulkas pada suhu 2–4 derajat Celsius dapat bertahan hingga 2–3 hari. Pastikan meletakkannya di rak bagian tengah atau atas, dan hindari menyimpannya di area pintu kulkas yang suhunya sering berubah-ubah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....